Kurang ruangan, kepala sekolah ngantor di kamar mandi

Reporter : Didi Syafirdi | Jumat, 3 Mei 2013 00:01




Kurang ruangan, kepala sekolah ngantor di kamar mandi
Banjir Sekolah. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Minimnya ruang kelas membuat guru dan kepala sekolah di SMP 6 Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa manfaatkan tiga kamar mandi. Selanjutnya, tempat membuang hajat itu 'disulap' menjadi ruang kantor dan perpustakaan.

Informasi dihimpun, sebelumnya SMP 6 berstatus kelas jauh dan kembali berubah menjadi SMP cerdas seatap, hingga akhirnya memiliki bangunan sendiri yang terdiri dari satu ruang kelas dan ruang kantor dan empat kamar mandi.

Seiring waktu jumlah siswa di sekolah tersebut terus bertambah hingga mencapai 97 orang siswa yang terdiri dari kelas VII, VIII, dan IX. Sehingga pihak sekolah membagi jadwal masuk pagi dan siang secara bergiliran.

Bahkan seiring bertambahnya siswa tersebut, membuat kepala sekolah dan 10 orang guru memilih untuk memakai ruang kantor menjadi ruang belajar bagi siswa, meskipun lahan yang dimiliki sekolah masih luas.

"Karena tidak ada kantor dan ruang lainnya, kami terpaksa mengalah dengan mengubah kamar mandi menjadi ruang kantor, gudang dan perpustakaan. Hanya satu kamar mandi yang bisa dipakai," kata Kepala Sekolah SMP 6 Dida Suandiana, demikian dilansir dari Antara, Kamis (2/5).

Dia menuturkan, meskipun berkantor di kamar mandi, pihaknya menilai tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa. Bahkan, 10 orang guru merasa tetap bersemangat memberikan pelajaran meskipun hanya berkantor di bawah pohon atau di warung di samping sekolah.

Sementara itu, puluhan siswa sekolah tersebut, berharap sekolah mereka mendapat bantuan dari dinas terkait di Pemkab Cianjur, Provinsi Jabar atau pusat, layaknya sekolah lain yang memiliki ruang kelas yang cukup berikut ruang penunjang lainnya.

"Selama ini kami terpaksa masuk secara bergiliran kadang kebagian pagi kadang siang. Kalau siang konsentrasi sudah buyar karena panas atau kehujanan ketika berangkat. Harapan kami ada tambahan ruangan agar semua kelas masuk pagi," pinta Rohman (14) salah seorang siswa.

Sedangkan akibat miniminya ruang kelas di SMP tersebut, membuat sebagian besar warga sekitar memilih untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah lain yang jaraknya cukup jauh dari wilayah tersebut.

Warga berharap pemerintah terkait segera melihat ke lokasi sekolah yang memiliki lahan hingga 6.000 meter lebih dan layak diberikan bantuan tambahan ruang kelas dan ruang kantor untuk guru, agar guru dan kepala sekolah tidak berkantor di bekas kamar mandi lagi.

[did]

KUMPULAN BERITA
# Pendidikan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

LATEST UPDATE
  • SBY janji bantu Jokowi siapkan pemerintahan baru
  • Ledakan bom gegerkan warga Ngaliyan Semarang
  • SBY: Makin siap sebelum pelantikan 20 oktober akan semakin baik
  • Jokowi usai bertemu SBY: Ini adalah sebuah tradisi baru
  • SBY: Alhamdulillah pikiran saya dengan Pak Joko Widodo klop
  • Jelang ultah, Airin terpilih aklamasi pimpin Golkar Tangsel
  • Polisi Malaysia periksa kebenaran warganya jihad seks untuk ISIS
  • Ahok minta Dishub cek Kapal Paus yang terbakar
  • Penampakan bulan kembar tanggal 27 Agustus ternyata hanya hoax
  • Korban pengeroyokan polisi, SPG ini malah jadi terdakwa
  • SHOW MORE