Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubur Sarinah tak semegah Sarinah Square

Kubur Sarinah tak semegah Sarinah Square Buku sarinah. merdeka.com/rosodaras.files.wordpress.com

Merdeka.com - Sarinah Square akan dibangun menggantikan gedung lama Sarinah yang berdiri di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Bangunan mal mewah ini akan dilengkapi dengan hotel dan fasilitas modern lain.

Luas bangunan akan dikembangkan dari 3.000 meter persegi menjadi 17.000 meter persegi. Ini strategi manajemen Sarinah agar bisa bersaing dengan mal besar lain di Jakarta.

Namun nasib Sarinah sendiri tak semegah gedung tersebut. Sarinah adalah pengasuh Soekarno kecil. Wanita yang sangat dihormati Soekarno itu mungkin tidak pernah merasakan hidup mewah. Dia tinggal di rumah orang tua Soekarno dan membantu mengasuh Soekarno kecil. Tanpa digaji dan tanpa bayaran. Sarinah hanya numpang makan dan tidur di rumah itu.

Presiden pertama RI, Soekarno mengaku banyak berhutang budi pada Sarinah. Dia mengarang buku berjudul 'Sarinah'. Membangun pusat perbelanjaan modern bernama 'Sarinah'.

Bagaimana dengan Sarinah?

Sarinah tetap menjadi wanita desa. Menjadi si mbok, wanita desa kebanyakan. Ketika Soekarno berada dalam masa-masa jaya, membangun Indonesia menjadi macan Asia, mungkin Sarinah hanya melihat dari kejauhan.

Tidak diketahui asal-usul Sarinah, usia maupun keluarganya. Walau mengaku banyak diilhami sosok Sarinah, Soekarno juga tidak detil memberikan gambaran soal Sarinah.

Sarinah meninggal 28 Desember 1959. Dimakamkan di pekuburan rakyat Kelurahan Kepatihan Kota Tulungagung, Jawa Timur. Tidak banyak yang tahu. Makamnya pun tidak diberi tanda khusus atau sering dikunjungi peziarah. Makam biasa saja, seperti makam orang desa pada umumnya.

Lelaki kecil yang dia dongengi dan suapi, menjadi orang nomor satu di Indonesia. Orang yang memerdekakan bangsanya atas Jepang dan Belanda. Seandainya Sarinah bisa membaca, mungkin dia akan tersenyum dalam kuburnya saat membaca tulisan Soekarno dalam buku Sarinah.

"Apa sebab saya namakan kitab ini Sarinah? Saya namakan Kitab ini Sarinah sebagai tanda terima kasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Dia mbok saya. Dia membantu ibu saya, dari dia saya menerima banyak rasa cinta, dan rasa kasih," kata Soekarno dalam Sarinah.

"Dari dia, saya mendapat banyak pelajaran mencintai orang kecil. Dia sendiri pun orang kecil. Tetapi budinya selalu besar. Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah." (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP