Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK mulai pesimis tangani kasus Hambalang

KPK mulai pesimis tangani kasus Hambalang Proyek Hambalang Bogor. merdeka.com/Pramirvan Datu Aprillatu

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agaknya mulai pesimis dalam menyelidiki kasus Hambalang. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas mengatakan menaikkan status kasus Hambalang ke tahap penyidikan saja sangat sulit.

"Susah aku. Dulu aku sebut manggil Anas tapi belum. Ternyata manggil saksi tidak datang, itu kan mempengaruhi juga, jadinya susah aku," ujar Busyro di KPK, Jakarta, Senin (4/6).

Untuk itu, Busyro mengaku sekarang dirinya lebih berhati-hati menjawab jika ditanya kapan Hambalang naik ke penyidikan.

Proyek pembangunan Stadion Hambalang di Sentul, Jawa Barat dibangun oleh PT Adhi Karya sejak 2010. Adhi Karya bekerjasama dengan PT Wijaya Karya dengan komposisi pengerjaan masing-masing berbanding 70 persen dan 30 persen.

Proyek pembangunan stadion tersebut diketahui menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1,52 triliun. Dugaan korupsi proyek ini muncul setelah bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin menuding adanya permainan anggaran. Nazaruddin menuding Ketua Umum PD Anas Urbaningrum pernah melakukan pertemuan dengan Joyo Winoto terkait pengurusan sertifikat tanah Hambalang yang bermasalah.

Nazar juga mengaku pernah melaporkan soal pengurusan sertifikat tanah Hambalang kepada Menpora Andi Mallarangeng. Hal tersebut disampaikan Nazar dalam pertemuan di kantor Menpora pada awal tahun 2010 yang ikut dihadiri Ketua Komisi X DPR RI, Mahyuddin serta Angelina Sondakh.

Nazarudin mengatakan, sekitar Rp 50 Milyar dari dana proyek itu mengalir ke Kongres Partai Demokrat tahun 2010. Petinggi Partai Demokrat membantah keras dan juga Anas sudah berkali-kali membantah tuduhan itu. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP