KPK: Kerugian negara dalam kasus Hambalang diduga Rp 10 M

Reporter : Putri Artika R | Selasa, 23 Oktober 2012 16:53




KPK: Kerugian negara dalam kasus Hambalang diduga Rp 10 M
wisma atlet hambalang longsor. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Sentul, Jawa Barat, diduga mencapai Rp 10 miliar. Dugaan kerugian tersebut berdasarkan perhitungan tahun anggaran 2010 dengan tersangka Deddy Kusdinar.

"Diduga sementara negara mengalami kerugian sekitar Rp 10 miliar, untuk anggaran tahun 2010," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, melalui pesan singkat, Selasa (23/10).

Johan mengatakan, dugaan kerugian itu merupakan hasil dari perhitungan KPK terhadap pengusutan kasus ini. Perhitungan kerugian tersebut merupakan hasil sementara.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil audit resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau BPKP. "Yang legal itu kan BPK atau BPKP. Nanti kalau dibaca di pengadilan kan berdasarkan kerugian negara yang telah dihitung BPK atau BPKP," kata Johan.

Dalam kasus tersebut KPK telah menjerat Kepala Biro Hukum dan perencanaan Rumah Tangga Deddy Kusdinar sebagai tersangka. Deddy yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek ini diduga meloloskan sejumlah anggaran dan perusahaan sub kontraktor tembusan pada atasannya Kuasa Pengguna Anggaran yakni Sesmenpora Wafid Muharram dan Pengguna Anggaran Menpora Andi Mallarangeng .

Atas perbuatannya, Deddy dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan maksimal hukuman 20 tahun penjara.

Deddy telah diperiksa sebagai tersangka di KPK. Dalam pemeriksaannya Deddy tidak ingin 'terjerat' sendirian. Dia mengaku hanya sebagai pejabat eselon dua dan berperan sebagai PPK yang bertanggungjawab kepada PA ( Andi Mallarangeng ) melalui KPA (Wafid Muharram).

"Tidak mungkin saya merubah site plan sekehendak saya. Saya sebagai bawahan diinstruksikan," kata Deddy.

Dalam hasil audit investigasi BPK dalam proyek Hambalang nama Menpora Andi Mallarangeng tidak tercantum dalam laporan tersebut. Dalam laporan itu, nama Menkeu Agus Martowardoyo justru tertulis.

Proyek Hambalang merupakan proyek pembangunan multiyears yang dibiayai secara bertahap dengan total nilai anggaran Rp 2,5 triliun.

[dan]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kasus Hambalang

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Rampok spesialis celana dalam dan BH di China tertangkap
  • Jual anak di bawah umur, 4 mucikari berdalih dijebak korban
  • Isran Noor siap bersaing dengan SBY asal didukung kader
  • Megawati dinilai paling pantas jadi Ketum PDIP 2015-2020
  • Seberapa penting Hari Ibu untuk seorang Andien?
  • Lahirkan anak ketiga, mau tahu nama bayi Kourtney Kardashian?
  • Kasus Bangkalan, Dirut Pertamina pasrah KPK usut anak buahnya
  • Korupsi Rp 13 M, pejabat USU diadili
  • Pengusaha ingin remaja 17 tahun diizinkan bekerja
  • Mega sebut adat penyebab perempuan enggan terjun ke politik
  • SHOW MORE