KPAI nilai goyang oplosan di 'Yuk Keep Smile' meresahkan

Reporter : Muhammad Sholeh | Senin, 30 Desember 2013 05:29




KPAI nilai goyang oplosan di 'Yuk Keep Smile' meresahkan
anak sd goyang caesar. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Program Yuk Keep Smile (YKS) yang ditayangkan stasiun televisi Trans TV dinilai meresahkan dunia anak-anak dan remaja. Pasalnya, program tayangan yang mengudara pada pukul 19.30 WIB itu, menampilkan goyangan-goyangan yang erotis dan memamerkan bagian tubuh dengan dandanan yang seksi.

Acara yang dipandu Soimah ini melibatkan SPG-SPG cantik berbusana minim sambil bergoyang oplosan. Joget yang terkesan sensual dan tayang pada jam belajar anak-anak, dianggap meresahkan. Terlebih tak sedikit anak-anak kecil yang mulai meniru dari goyang oplosan tersebut.

"Ya, itu memiliki pengaruh terhadap dunia anak-anak. Apalagi jam tayangnya di jam belajar," ujar Ketua Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (29/12).

Ihsan menegaskan, sebuah tayangan acara seharusnya juga mempertimbangkan budaya adat di negeri sendiri. Jika menampilkan joget sensual dan seronok, alangkah baiknya tidak ditayangkan pada jam anak-anak.

Lebih lanjut, kata Ihsan, pihaknya sampai saat ini memang mengaku belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat terkait acara tersebut. Namun, jika ada keluhan masyarakat, pihaknya segera mungkin akan mengkaji dan membawanya ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

"Kami akan laporkan ke KPI, yang memiliki kewenangan pengawasan penyiaran adalah KPI. Ada mekanisme-mekanisme dan tahapan yang akan dilakukan KPI terhadap tayangan tersebut," jelas Ihsan.

Ihsan menegaskan, bila kajian KPI memutuskan bahwa suatu tayangan itu melanggar dan menyalahi aturan, maka sudah pasti pihak stasiun TV bakal menerima teguran.

"Ada teguran tertulis, peringatan keras, larangan program tayangan hingga pencabutan izin siaran," ucapnya.

Program YKS di stasiun Trans TV sendiri terkenal dengan goyangan cesar tetapi lambat laun goyangan baru muncul dan kreatif. Setelah goyangan cesar, ada kereta malam, icikiwir, dan yang lagi populer saat ini goyang dangdut terbaru yaitu goyangan oplosan.

Goyangan oplosan yang dikomandani Soimah itu makin populer dengan jogetannya yang terkesan sensual dan menggoda. Goyangan itu menunjukkan dimana penyanyi menghadap ke samping dengan memiringkan tubuhnya ke belakang, dan di saat itulah terlihat jelas lekukan tubuhnya.

Tak hanya sampai disitu, sang penyanyi pun di dalamnya melakukan goyangan pinggul dengan gerakan naik turun. Bahkan tak jarang pula, dalam joget oplosan ini melibatkan remaja-remaja ABG, sejumlah SPG dengan dandanan mini dan seksi, serta gaya yang sensual.

Tentu jika tidak ada batasan-batasan, goyang oplosan YKS tersebut akan berdampak terhadap anak-anak dan remaja. Yang mana, pengaruh tayangan tersebut secara tidak langsung dan mungkin tidak kita sadari dapat menggerus budaya serta peradaban anak-anak sebagai aset bangsa.

Baca juga:
Bonus acara YKS jadi modal buat menikah
Produser berharap Yuk Keep Smile bisa bertahan 5 tahun lagi
Caisar, dari tukang ojek jadi orang beken
Fenomena goyang Caisar, dari asal hingga terkenal
Goyang Bang Jali ala Deni Cagur, perpaduan silat dan joget

[did]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Ahok pilih Sarwo Handayani jadi wakil gubernur DKI
  • Harga BBM bersubsidi dipastikan naik tahun ini
  • Pocong ditangkap, warga Mampang ngaku sudah terbiasa sama setan
  • Honda Jazz RS Black Top Limited Edition ada di Surabaya
  • Kartu andalan Jokowi tahap I habiskan dana Rp 6,44 T
  • Hanya lulusan SMP, pria ini jago palsukan surat-surat
  • Rahmat Gobel tantang pengusaha naikkan ekspor 300 persen
  • Mendagri akan larang pejabat daerah bepergian lewat jalur VIP
  • Ervani & suami enam kali coba temui pelapor untuk minta maaf
  • Dicopot dari kadis PU DKI, Manggas kerja serabutan
  • SHOW MORE