Kota Berastagi tertutup debu vulkanik letusan Gunung Sinabung

Reporter : Yan Muhardiansyah | Selasa, 17 September 2013 15:16

Kota Berastagi tertutup debu vulkanik letusan Gunung Sinabung
ilustrasi. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Aktivitas perekonomian di Kota Berastagi, Karo, Sumut, terhenti setelah Gunung Sinabung meletus kembali Selasa (17/9) siang. Toko-toko dan tempat wisata tutup setelah seisi kota diselimuti debu vulkanik dari letusan gunung itu.


Toko-toko, objek wisata, dan pasar buah yang sering dikunjungi wisatawan di Kota Berastagi sengaja ditutup. Delman dan kuda yang biasa mondar-mandir di kota ini tidak terlihat lagi.

"Kami terpaksa menutup toko kami," kata S Sembiring, pemilik toko emas di Pusat Pasar Kota Berastagi.

Debu vulkanik tampak menutupi kendaraan, jalan dan bangunan yang ada di Kota Berastagi. Kondisi debu hari ini lebih parah dibandingkan pada letusan pertama pada Minggu (15/9). Saat itu, meski berdebu, aktivitas perekonomian terlihat masih normal.

Sebagian warga memilih diam di rumah. Yang nekat ke luar rumah terpaksa mengenakan masker atau penutup muka. "Pandangan di jalan pun terganggu. Ini jaketku semua jadi putih kena debu," kata Heru, warga Medan yang sedang berada di Berastagi.

Gunung Sinabung kembali meletus Selasa (17/9) siang. Letusan ini melemparkan debu vulkanik sekitar 3 km ke udara.

Saat ini, BPBD Sumut bersama Pemkab Karo dan aparat TNI dan polisi terus berusaha melakukan evakuasi warga yang masih bertahan di daerah rawan terdampak, ke pengungsian. Sementara itu, melihat tingginya debu vulkanik, warga yang berada di luar lokasi terdampak juga ikut memilih mengungsi.

[did]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Gunung Sinabung Meletus

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE