Kondisi polisi yang ditembak bandar sabu di Aceh semakin kritis

Reporter : Yan Muhardiansyah | Jumat, 20 September 2013 15:45




Kondisi polisi yang ditembak bandar sabu di Aceh semakin kritis
Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Kondisi Brigadir Syahri Rahmad, polisi yang ditembak bandar sabu di Aceh Timur, Rabu (18/9), semakin kritis. Dia dinyatakan mengalami kelumpuhan dan ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan baik.

"Berdasarkan keterangan tim dokter, ginjal suami saya infeksi sehingga tidak bisa buang air kecil. Satu ginjalnya kan sudah diangkat karena kena peluru, ternyata ginjal yang satu lagi infeksi," kata Debi Lestari, istri Brigadir Syahri Rahmad, di RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan, Jumat (20/9).

Dia menambahkan, dokter menyatakan akan memberi obat untuk pemulihan ginjal suaminya. Jika upaya ini tidak berhasil, mereka terpaksa mengambil langkah cuci darah.

Selain ginjal yang infeksi, sebelumnya dokter juga telah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa Brigadir Syahri Rahmad mengalami kelumpuhan. Saraf di tulang belakangnya rusak akibat terjangan peluru.

Saat ini, Debi hanya bisa berharap agar suaminya segera sembuh. "Saya berdoa agar suami saya segera sembuh. Biarpun dia lumpuh yang penting sembuh, akan saya rawat dia karena saya istrinya, sesuai janji kita menikah, apapun kekurangannya saya ikhlas," ucap Debi.

Ibu satu putri ini juga berharap kepolisian tetap memberi perhatian kepada Brigadir Syahri Rahmad apa pun kondisinya, karena dia tertembak dalam tugas. "Saya juga meminta agar pelaku penembakan segera ditangkap. Kerahkan banyak petugas untuk menangkapnya," pinta Debi.

Seperti diberitakan, personel Polsek Langsa Kota, Aceh, Brigadir Syahri Rahmad, kritis setelah ditembak bandar narkoba, Rabu (18/9). Tersangka pelaku juga dilaporkan sebagai DPO kasus kepemilikan senjata api yang kabur dari RTP Polda Sumut beberapa waktu lalu.

Syahri ditembak saat akan menangkap bandar sabu di kawasan Sungai Raya, Kamis (19/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Dia dan rekannya melakukan penyamaran dan berpura-pura membeli sabu. Mereka berhasil bertransaksi dengan Wahyuddin alias Sidin (35) di Jalan Medan-Aceh, tepatnya di Simpang Damar, Desa Buket Selamat, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.

Transaksi dilakukan di dalam mobil. Saat transaksi berlangsung, Faisal langsung menangkap Wahyuddin dan mengamankan sabu-sabu yang dipesan. Namun dia berontak, sehingga terjadi pergumulan.

Wahyuddin berhasil keluar mobil dan terjatuh. Pria yang diketahui beralamat di Desa Labuhan Kedai, Sungai Raya, itu kemudian mencabut senjata jenis revolver dari pinggangnya. Syahri Rahmad yang akan menyergap dari arah depan mobil dia tembak. Peluru pistol pelaku mengenai pinggang kanan, menembus ginjal, usus besar, sebelum akhirnya bersarang di tulang belakang Syahri.

Sempat terjadi baku tembak di lokasi kejadian. Namun, Wahyuddin berhasil meloloskan diri. Syahri Rahmad pun langsung dilarikan ke RS di Langsa kemudian dirujuk ke RS Columbia Asia, Medan.

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Penembakan Polisi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Mendagri akan ke KPK klarifikasi kepala daerah berekening gendut
  • Penemuan mayat wanita terbakar di perkebunan gegerkan Langkat
  • Dianggap dukung Boko Haram, 54 prajurit Nigeria dihukum mati
  • Ervani dituntut 10 bulan percobaan dan denda Rp 1 juta
  • Nama Olly dan Choel kembali masuk dalam dakwaan Hambalang
  • Pimpinan DPR ingatkan Rini beli Indosat, bukan jual gedung BUMN
  • Ini jadinya jika iPhone 6 direbus dalam Coca Cola
  • Aspar tewas gantung diri dengan umbul-umbul bendera di garasi
  • Ahok mau anak muda Jakarta tak antipolitik
  • Pengacara ditangkap polisi, LBH lapor ke Komnas HAM dan Polda
  • SHOW MORE