Kompolnas: Dilantik atau tidaknya BG tergantung Presiden Jokowi
Merdeka.com - Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri dikabarkan telah memutuskan nama Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri. Namun belum jelas kapan pelantikan akan dilakukan sementara pihak Istana mengaku belum mendapat surat pemberitahuan dari Wanjakti.
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengatakan, jadi tidaknya pelantikan Budi Gunawan tergantung Presiden Joko Widodo.
"Kalau memang sudah ada nama dari Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) BG dilantik hari ini, namun sampai saat ini belum dilakukan, maka ada dua kemungkinan muncul belum adanya pelantikan BG oleh Presiden," ujar Adrianus, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/4).
Dua kemungkinan itu, menurutnya yaitu antara Presiden Jokowi sedang sibuk menghadapi Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA), atau memang ada kemungkinan presiden tidak berkenan BG dilantik menjadi Wakapolri.
"Jadi kita lihat saja 1-2 hari ini apa yang terjadi, kalau misalnya jadi dilakukan pelantikan dan orangnya adalah BG, artinya presiden setuju," tukasnya.
Meski begitu, Adrianus mengatakan, siapapun yang terpilih menjadi wakapolri, termasuk Komjen Budi Gunawan, Kompolnas akan mengawal kinerjanya. "Dari kami begini, kami akan mengawal dan menerima siapapun yang menjadi pasangan Pak Kapolri dan kami akan kawal dia," imbuhnya.
Menurutnya, jika memang BG jadi dilantik dan nantinya tidak bisa bekerja sama dengan baik dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, maka dirinya akan meminta mereka untuk bisa bekerja sama.
"Kalau memang pasangan tersebut dianggap tidak sempurna, tidak ideal dan seterusnya, kita akan kawal. Kita akan menjaga mereka untuk kemudian bisa maksimal pekerjaannya," tuturnya.
Adrianus menuturkan bahwa Kompolnas mempunyai kewenangan untuk meminta mereka (Kapolri dan Wakapolri) untuk bersatu dan seterusnya. "Jadi buktikan kepada kapolri dan wakapolri yang terpilih kami minta membalik anggapan itu, yaitu apabila masyarakat beranggapan mereka tidak bisa bekerja sama (kapolri dan wakapolri) dibalik deh," ungkapnya.
Dia menegaskan, Kompolnas akan berada pada posisi terdepan untuk mengawal mereka untuk mencapai kinerja tersebut. "Jadi saya kira itu posisi kami, posisi positif untuk saling mengisi. Karna menurut kami, kalau cuma komplain-komplain pemilihan wakapolri baru melulu, nanti enggak jadi-jadi," tutupnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya