Komnas Perempuan: SPG bentuk eksploitasi wanita
Merdeka.com - Jasa sales promotion girl (SPG) kerap digunakan untuk menjual suatu produk. Sebab, menggunakan jasa para perempuan muda nan cantik itu diyakini bisa mendongkrak penjualan.
Berpakaian seksi menjadi salah satu senjata utama para SPG untuk menarik perhatian pengunjung atau konsumen. Biasanya para SPG menjual produk beragam seperti rokok, oli, motor, dan lain-lain. Kebanyakan dari mereka menyasar laki-laki sebagai target penjualan.
Ketua Divisi Pemulihan Komnas Perempuan, Sri Nurherawati mengatakan, strategi dagang yang diterapkan para pengusaha dengan mempertontonkan lekuk tubuh perempuan adalah salah satu bentuk eksploitasi.
"Ya seperti itu adalah salah satu bentuk eksploitasi perempuan," kata Nurherawati kepada merdeka.com, Sabtu (5/5).
Aktivis perempuan ini menyayangkan para perempuan cantik yang tergoda menjalani profesi SPG hanya karena tergiur upah tinggi. Para perempuan itu tidak menyadari telah dimanfaatkan oleh pengusaha untuk meraup keuntungan.
"Sebenarnya itu sudah masuk human trafficking, karena sudah menjual bentuk tubuh manusia," tuturnya.
Menurut dia, perlakuan itu dapat saja dipidanakan jika perempuan-perempuan cantik itu mau melaporkannya. Namun, kenyataannya para SPG justru menikmati profesi tersebut.
Dia meminta para pengusaha yang biasa menggunakan kemolekan tubuh SPG untuk memasarkan produknya, menggunakan cara lain untuk pemasaran.
"Jangan lagi mempertontonkan keseksian para SPG, karena masih banyak cara marketing yang lebih baik," tutupnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya