Teddy (24) dan Baihaki (28), pengamen jalanan.
Dukungan mengalir pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi satu-satunya lembaga yang menangani perkara simulator SIM di Korlantas Polri. Tidak hanya sejumlah aktivis antikorupsi saja yang mendukung KPK untuk dapat mengusut tuntas kasus tersebut, beberapa pengamen jalanan pun turut memberikan opini terhadap kasus yang tengah mencuat di media beberapa hari belakangan ini.
Teddy (24) dan Baihaki (28) dua orang seniman jalanan yang biasa mangkal di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, berharap agar KPK dapat mengusut tuntas kasus simulator SIM, Korlantas Polri. Untuk itu KPK harus bekerja ekstra keras lagi tidak seperti kasus-kasus lainya yang masih terbengkalai saat ditangani KPK.
"Seharusnya yang berhak ngusut kasus ini adalah KPK, ini kan tugas KPK untuk memberantas korupsi. Pemberantasan korupsi gak boleh pandang bulu, mau itu jenderal, pengusaha, ataupun presiden sekalipun, harusnya diusut sampai tuntas, diusut sampai ke akarnya. Jangan setengah-setengah juga." ujar Baihaki saat ditemui merdeka.com, Minggu (5/8).
Semetara itu menurut Teddy tugas Polri dalam mengangani kasus ini hanyalah sebatas membatu KPK dalam mengawasi kasus ini. bukannya malah mencoba menghalanginya. "Memang sulit posisi KPK di sini, kasus satu belum kelar terus nanganin kasus baru lagi. Ibarat kata, Indonesia ini dunia dongeng gak bakal ada abisnya kalo masalah korupsi satu belom kelar, nongol lagi satu," jelas Teddy