Kisruh di Papua hanya perselisihan antar suku
Merdeka.com - Aksi penembakan di Papua yang terjadi pada Selasa (5/6) pukul 22.00 WIT merupakan permasalahan antar suku. Hal ini sering terjadi karena permasalahan sengketa.
"Memang antar suku papua ini sering terjadi permasalahan, mulai masalah kecil, masalah perbatasan dan masalah lain yang kemudian membawa sukunya sehingga terjadi perselisihan," ujar Kabareskrim Polri, Komjen Sutarman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/6).
Sutarman berharap kasus ini diselesaikan dengan cara musyawarah. Langkah-langkah preventif juga harus diambil demi meredakan suasana.
Menurutnya, kasus penembakan ini juga tidak ada kaitannya sama sekali dengan PT Freeport. "Persoalan ini pun tidak ada kaitannya dengan freeport. Tetapi selisih antar kampung akibat persengketaan kecil," ungkap Sutarman.
Polri pun sudah menurunkan tim bareskrim di Timika, puncak wijaya. Sehingga dapat mengatasi ada kejadian yang melibatkan masa banyak.
Namun komunikasi dan transportasi hingga saat ini masih menjadi kendala utama. Pasalnya, transportasi di sana sulit dijangkau. Sehingga terlambat dalam menangani perkara di TKP.
"Karena kesulitan transportasi, mungkin terlambat kita sampai ke sana," tandasnya.
Sebelumnya, Aksi penembakan kembali terjadi pada Selasa (5/6) pukul 22.00 WIT. Pertama terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Jayapura, di depan kantor Dishub Provinsi Papua yang melukai Iqbal Rifai (22) dan Hardi Jayanto (22). Selanjutnya, aksi serupa terjadi di Jalan Abepura Entrop (Perum Pemda 1 Entrop atau depan CV Thomas). Korban Pratu Frangki Kune (25) terluka di leher (tembus). (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya