Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah tragis Oma Juli di Cipinang Muara

Kisah tragis Oma Juli di Cipinang Muara Ilustrasi mayat. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Di usianya yang sudah senja, Julitar (70) memilih untuk hidup sendiri dengan menyewa sebuah rumah petak di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur. Karena itu kematiannya pun tidak diketahui orang.

Julitar ditemukan tewas membusuk di kontrakan karena tidak diketahui orang. Julitar ditemukan karena bau busuk yang keluar dari rumahnya.

Menurut adik Julimar, Sumardiarto yang datang ke kontrakan, kakaknya memang tidak mau tinggal bersama saudara yang lain.

"Dia tidak mau merepotkan katanya. Dia memilih hidup sendiri," ujar Sumardiarto yang langsung datang ke kontrakan Julitar di Jl Kesadaran, RT 6/1, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Kamis (5/4).

Julitar memang tidak memiliki suami. Selama ini saudara yang lain membantu dengan patungan memberi uang untuk keperluan hidup Julitar.

"Dia kakak saya. Kita enam bersaudara, yang empat tinggal di Jakarta, tapi dia tidak mau tinggal bersama saudara yang lain," terangnya.

Secara fisik, Julitar memang tidak sempurna. Kakinya terkena folio, sehingga jalannya tidak normal.

"Kita minta ke petugas supaya bisa dimakamkan hari ini juga. Tapi keluarga sedang mencari tempat pemakamannya di mana," imbuhnya.

Jenazah wanita yang akrab di sama Oma Juli ini masih berada di rumahnya karena sedang diidentifikasi oleh petugas. Belasan warga sekitar pun memadati lokasi kontrakan rumah petak Juli, meski dengan menutup hidup karena bau busuk yang menyengat. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP