Ketua MK: Penangkapan Rudi Rubiandini memalukan bangsa

    Reporter : Ahmad Baiquni | Rabu, 14 Agustus 2013 20:06

    Ketua MK: Penangkapan Rudi Rubiandini memalukan bangsa
    Akil Mochtar. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

    Merdeka.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar merasa prihatin atas penangkapan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak Bumi dan Gas (Migas) non-aktif, Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Akil, perilaku petinggi SKK Migas ini telah mempermalukan bangsa di mata dunia, kareba peran lembaga ini sangat strategis dalam bisnis energi.

    "Kalau saya selalu mengatakan bahwa ini sesuatu yang memprihatinkan sekaligus memalukan bangsa. Inikan soal produk sharing kontrak minyak yang 90 persen pemainnya adalah asing," ujar Akil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (14/8).

    Akil mengatakan, seharusnya SKK Migas mampu menjadi lembaga yang dibanggakan negeri ini. Tetapi, akibat ulah para pengelolanya justru mencoreng muka bangsa.

    "Lembaga yang kita perdebatkan sestrategis itu ternyata memprihatinkan dan mempermalukan kita. Di sana kan orang-orang profesional semua. Mereka yang menjerembabkan diri mereka sendiri," kata Akil.

    Selain itu, Akil menilai terdapat persoalan dalam tubuh SKK Migas, baik dari sistem kerja maupun dari sumber daya manusia yang menghidupi lembaga itu. Hal itu semakin membuat bangsa ini terpuruk di mata Internasional.

    "Jadi sistemnya tidak terbangun dengan baik, ya ternyata orang-orangnya juga tidak sesuai seperti apa yang diharapkan. Padahal katanya luar biasa nih si Rudi ini, dosen teladan lah, dipuji-puji lah sama SBY begini, pinter dan berbagai macam lah," terang dia.

    Lebih lanjut, Akil mengingatkan, kasus penangkapan Rudi dapat menjadi bahan pelajaran untuk memilih pemimpin bangsa ini ke depannya. Menurut dia, masyarakat terlalu berpatokan pada tingkat elektabilitas dan kepopuleran seorang tokoh. Padahal, ada unsur yang jauh yang lebih penting, yaitu moralitas.

    "Mereka tidak pernah mengukur moralitas. Ya, samalah pejabat-pejabat publik kita ini. Padahal kan yang paling penting moralitasnya. Moralitas itu aspeknya banyak, termasuk kemampuan dia sebagai seorang leader," pungkas dia.

    [ded]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Politikus PDIP sebut seragam hitam putih tak rubah mental PNS
  • Pesan Jokowi ke Gubernur terpilih: Jangan bekerja di belakang meja
  • Ridwan Kamil sebut jadi pemimpin daerah tak perlu selalu marah
  • Kejagung masih evaluasi pengakuan Setnov soal kasus saham Freeport
  • Heboh emoji gay di Indonesia terdengar hingga pelosok dunia
  • Presiden lantik 7 Gubernur-Wakil Gubernur hasil pilkada serentak
  • Gabungkan EDM dan reggae, album baru Gangstarasta lebih berenergi
  • Pemerintah Jokowi pertimbangkan dua cara angkat honorer K2 jadi CPNS
  • Bareskrim buka peluang jerat tersangka lain dalam kasus kondesat
  • Menteri Susi siapkan Rp 600 M beli kapal induk berantas pencuri ikan
  • SHOW MORE