Ketika anggota DPR ngetes e-KTP di hadapan pejabat Kemendagri

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Kamis, 16 Mei 2013 11:38

Ketika anggota DPR ngetes e-KTP di hadapan pejabat Kemendagri
Agun Gunanjar jajal e-KTP. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Surat edaran Menteri Dalam Negeri yang melarang e-KTP difotokopi sempat membuat publik geger. Pasalnya memfotokopi KTP sudah sangat lazim untuk hal-hal yang berkaitan dengan administrasi di Indonesia.

Surat edaran itu juga membuat takut Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa. Pasalnya e-KTP nya sudah bolak-balik difotokopi sebelum dia tahu ada surat edaran Mendagri yang melarangnya.

Dalam rapat kerja dengan Kemendagri hari ini, Agun mempergunakan kesempatan tersebut untuk mengujinya. Agun mengetes apakah card reader masih bisa membaca data e-KTP miliknya meski sudah bolak-balik difotokopi.

"Masa proyek triliunan rusak dengan difotokopi doang," ujar Agun saat rapat antara Komisi II DPR dengan Kemendagri, Kamis (16/5).

Kemendagri sendiri membawa dua card reader untuk menguji e-KTP. Card reader pertama yang dibawa adalah pabrikan Amerika Serikat bekerja sama dengan Korea, sedangkan card reader kedua asli buatan dalam negeri yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Lalu hasilnya?

"Ternyata ini masih bisa terbaca," ujar Agun usai menjajal e-KTP nya pada dua card reader.

[hhw]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# E KTP# DPR

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE