Kepala Pengadilan Militer: Sidang Cebongan berlangsung terbuka

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Kamis, 11 April 2013 17:02

Kepala Pengadilan Militer: Sidang Cebongan berlangsung terbuka

Merdeka.com - Sidang militer kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Jawa Tengah dengan terdakwa 11 anggota Kopassus akan berlangsung terbuka dan transparan. Masyarakat nantinya dipastikan dapat melihat langsung jalannya persidangan.

Hal itu disampaikan Kepala Pengadilan Militer Utama Mahkamah Agung Laksamana TNI A.R Tampubolon di Pengadilan Militer Bandung, Kamis (11/4). "Sidang tetap akan dilakukan terbuka. Baik dalam setiap persidangan di awal maupun akhir," katanya.

Menurutnya, semua tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Bahkan ketika putusan dilakukan pihaknya akan mempersilakan publik tetap mengawal.

"Jadi tidak ada sama sekali bahwa nanti saat putusan menjadi tidak terbuka," terangnya.

Rencananya, sidang akan berlangsung di Yogyakarta. Soal siapa yang akan memimpin sidang, Tampubolon masih merahasiakan.

"Kami belum bisa sampaikan dulu, termasuk siapa majelis hakim dan lain-lainnya," tambahnya.

Bila ada amukan keluarga korban, pihaknya mengaku sudah mengambil langkah antisipasi. Selain pengamanan diperketat, dia menjamin proses peradilan akan ditegakkan seadil-adilnya.

"Hakim Ketua memegang peranan penting dalam mengatur persidangan. Jadi peranan hakim yang dipilih harus sangat bijak dalam mengambil keputusan," terangnya.

Untuk diketahui, tim Investigasi Mabes TNI AD mengungkap, 11 pelaku penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, yang menggunakan senjata AK 47 adalah benar anggota Kopassus TNI AD Grup II Kartasura.

Akibat penyerangan keji itu, empat penghuni LP yang merupakan titipan Polda DI Yogyakarta tewas diberondong dengan tembakan.

[has]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE