Kejari Jaksel akan panggil paksa Komjen Susno Duadji

Reporter : Arbi Sumandoyo | Selasa, 19 Maret 2013 17:28

Kejari Jaksel akan panggil paksa Komjen Susno Duadji
Susno Duadji. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duadji menolak eksekusi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, terkait putusan kasasi yang ditolak Mahkamah Agung. Lantaran tidak datang hingga batas akhir panggilan kedua, Kejari Jakarta Selatan kembali melayangkan surat panggilan ketiga.

Staf Khusus Pidana Umum Saptoni N mengatakan, bahwa kedatangannya ke kediaman Susno Duadji di Jalan Cibodas No 7 Puri Cinere Depok adalah untuk mengantarkan surat pemanggilan. Dia mengatakan, bahwa surat pemanggilan tersebut adalah surat pemanggilan ketiga setelah dua surat sebelumnya tidak diindahkan oleh Susno.

"Pokoknya yang kita tahu alamatnya ini, makanya kita ke sini. Ini kita mengantarkan surat pemanggilan kembali," kata Saptoni di kediaman Susno di Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/3).

Surat pemanggilan tersebut langsung diterima oleh Tim Kuasa Hukum Susno Duadji, Avian Tumengkol. Pelayangan surat pemanggilan tersebut, Kejari Jakarta Selatan memberikan waktu 1 minggu, hingga tanggal 25 Maret. Jika nantinya Susno tidak mengindahkan juga, Kejari akan melakukan upaya paksa.

"Kita akan lakukan upaya pemanggilan paksa, tapi kita lihat nanti," ujarnya.

Surat pemanggilan tersebut tertulis dengan No B-1098/O.1.14.4/FT/03/2013 yang isinya, melaksanakan putusan Mahkamah Agung tanggal 22 Nopember 2012, Susno Duadji dipanggil untuk segera menghadap Kepala Seksi Pidana Khusus Arief Zahrulyani Pada Senin 25 Maret 2013 Jam 10.00 WIB.

Seperti diketahui, Komjen (Purn) Susno Duadji batal hadir memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan atas putusan kasasi yang ditolak Mahkamah Agung. Susno menolak hadir karena surat pemanggilan tidak ditandatangani oleh Kepala Kejari Jaksel.

"Sudah direncanakan hari ini kita memanggil Pak Susno Duadji untuk melaksanakan putusan MA, sampai saat ini beliau belum bisa hadir. Sudah ada kabar dari kuasa hukumnya, tidak bisa hadir," kata Pelaksana Harian Kajari Jakarta Selatan, Amir Yanto di gedung Kajari Ranco, Jalan Ranco Indah, Jakarta Selatan, Selasa (19/3).

Amir menjelaskan, terkait tanda tangan tersebut pihak Kejari Jaksel menganggap sah-sah saja, jika tanda tangan diwakilkan dengan atas nama Kasi Pidana Khusus atas nama Arief Zahrulyani. Terkait pihak Susno yang akan melaporkan ke Mabes Polri, dia mengatakan jika hal tersebut merupakan kewenangan mantan Jenderal Mabes Polri.

"Ya itu hak mereka, itu tidak perlu dikomentari," ujarnya.

[cob]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kasus Susno Duadji

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Tak bawa izin tinggal, 9 WNA diciduk petugas imigrasi
  • Ini Markobar, kafe putra Jokowi berisi mural pria bermata satu
  • Ancaman pidana di atas 5 tahun, alasan KPK berani tahan Jero Wacik
  • Cinta Laura: Casting di Amerika tak semudah di Indonesia
  • Bawa paket sabu, anak kepala dinas di Bengkalis diciduk polisi
  • Terjaring sidak imigrasi, WN Nigeria ajak berantem petugas
  • Tak ingin jadi istri pejabat, Julia Perez tolak jodoh dari Anang
  • [FOTO] Heboh! Jason Derulo jatuh terjungkal di Met Gala?
  • Kasus gratifikasi, mantan anggota DPRD divonis setahun penjara
  • Kantor digeledah Bareskrim, Kepala SKK Migas bilang jangan khawatir
  • SHOW MORE