Kejantanan yang menipu dalam iklan rokok

Reporter : Ramadhian Fadillah | Jumat, 6 Juli 2012 08:22




Kejantanan yang menipu dalam iklan rokok
asap rokok. shutterstock

Merdeka.com - Tiga orang pria muda itu tampak gagah. Dengan jip, mereka bertualang keliling Indonesia. Mereka memanjat tebing, naik gunung, berselancar dan menyapa penduduk lokal yang ditemui. Jantan benar kelihatannya. Siapa yang tidak ingin hidup untuk bertualang?

Demikian cuplikan salah satu iklan rokok di televisi. Iklan-iklan ini kerap menjual nuansa petualangan dan kejantanan untuk jualan produk.

Iklan produk lain menampilkan sosok pria yang mengendarai Humvee. Lalu bersusah payah menuruni tebing untuk memberikan obat-obatan pada masyarakat.

Di iklan lainnya, seorang pria berjas dan berdasi tampak memimpin sebuah proyek pembangunan jembatan. Dengan segala susah payah, proyek ini berhasil. Dia pun tersenyum lebar. Sukses!.

Iklan-iklan seperti inilah yang mungkin akan kena sensor jika Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) soal pengendalian dampak tembakau, disahkan. Wakil Ketua Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan, Nova Riyanti Yusuf, mengkritik iklan rokok yang menjual kejantanan. Wanita yang biasa disapa Noriyu ini menilai tidak ada relevansinya antara merokok dan kejantanan.

Iklan itu tidak ada hubungannya dengan esensi rokok itu sendiri. Iklan itu hanya sebuah strategi untuk membentuk sugesti masyarakat.

"Sugestinya itu cara tegas untuk menghindar dari aturan yang ditetapkan. Dan juga sugesti, kalau merokok seperti itu," kata Noriyu kepada merdeka.com di DPR, Senayan Jakarta, Kamis (5/7).

Seolah-olah dengan merokok, seseorang bisa berbuat seperti dalam iklan, lanjut Noriyu. Mampu melewati segala rintangan di depan mata, atau mampu mengendalikan hewan liar sekalipun. Noriyu juga menyesalkan iklan-iklan itu sama sekali tidak menjelaskan bahaya merokok selain tulisan peringatan pemerintah.

Seperti diketahui, selama dua hari kemarin, ribuan petani tembakau mendatangi Jakarta. Mereka berdemo di depan Kementerian Kesehatan dan Kemenko Kesra. Arus lalu lintas nyaris lumpuh akibat aksi demo mereka. Para petani tembakau ini khawatir RPP soal tembakau akan mematikan penghasilan mereka dan industri rokok kretek rumahan. Jika RPP Tembakau ikut memuat aturan soal kadar tar dan nikotin memang industri rokok kretek yang paling terancam.

Namun Menkes Nafsiah Mboi menjanjikan RPP tidak akan merugikan petani tembakau. Tapi jelas, iklan rokok akan dibatasi. Pemerintah khawatir iklan rokok ini akan membuat anak di bawah umur

"Dalam RPP ini petani tidak dilarang untuk menanam tembakau, pabrik rokok tidak dilarang untuk bikin rokok, yang sudah merokok tidak dilarang untuk merokok," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, lewat keterangan resmi lewat video yang dirilis Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Kamis (5/7).

Untuk melindungi masyarakat terhadap zat adiktif itu, lanjut Menkes, maka pemerintah melakukan berbagai tindakan. Misalnya, mengatur kadar tar dan nikotin rokok, serta mengatur iklan rokok agar tidak terlalu besar dan menarik masyarakat untuk merokok yang sebenarnya merugikan kesehatan.

"Anak-anak kecil yang tertarik oleh iklan rokok, mulai merokok sejak usia dini sekali. Padahal makin cepat dia kecanduan, maka makin sulit menghilangkan kecanduan tersebut. Begitu pun halnya pada perokok perempuan," tegas Menkes.

Maka jika RPP disahkan, akankah tiga pria dalam jip itu meneruskan petualangannya?

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# RPP Tembakau

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Harga ikan berpotensi naik sejak penjualan solar dibatasi
  • Tak punya Kipem, 19 pelayan pijat digaruk Satpol PP Surabaya
  • Sering 'Game Over' ketika bermain game? Salahkan otak
  • Pegawai kesurupan di pabrik malah diperkosa bos WN China
  • Jelang nikah, Jennifer Aniston lakukan diet ketat
  • Surya Paloh ajak relawan bantu pemerintahan Jokowi-JK
  • Ketahui 6 musuh terbesar untuk kulit sehat!
  • Tuding Jokowi otoriter, Ngabalin kembali bawa-bawa Tuhan
  • Polres Langkat gagalkan penyelundupan 55 ekor landak
  • Jokowi minta program unggulannya masuk RAPBN 2015
  • SHOW MORE