Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keanehan kasus Sisca Yofie versi Kompolnas

Keanehan kasus Sisca Yofie versi Kompolnas Sisca Yofie. ©facebook

Merdeka.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ikut mengawasi penyelidikan tewasnya Sisca Yofie di Bandung. Mereka menemukan sejumlah kejanggalan dari tersangka pembunuh Sisca, Ade dan Wawan.

"Misalnya saya beri contoh, rambut yang 30 cm itu masa terbawa oleh gir atau oleh rantai. Itu sama sekali tidak memenuhi azas logika," kata anggota Kompolnas M Nasser di Jakarta, Selasa (20/8).

Menurut Nasser, memang terkesan polisi terlalu berhati-hati mengusut kasus ini. Dia menduga karena ada Kompol Albertus Eko Budi yang tersangkut karena pernah menjalin hubungan gelap dengan Sisca. Dia berharap polisi tak menutupi jika Kompol Albert memang terlibat.

"Dia (polisi) tak berani mengambil langkah cepat karena khawatir ada hal-hal yang nanti malah salah. Tapi justru soal kehati-hatian yang berlebihan itu, justru kita beranggapan sesuatu yang sepertinya diproteksi. Tapi ya kita harapkan tidak," katanya.

Namun menurutnya, hal itu masih bisa dimaklumi. Selain kehati-hatian yang terlalu berlebihan, polisi tidak menunjukkan kejanggalan dalam penyelidikan kasus ini.

"Jadi kalau kejanggalan dalam kasus Sisca ini Kompolnas tidak menemukan kejanggalan, terutama dalam proses penyidikan dan penyelidikan. Justru kami masih melihat ada kejanggalan pada pengakuan para tersangka. Menurut saya proses sidik masih berjalan, dan tampaknya tidak ada sama sekali hal-hal yang kita anggap aneh," kata Nasser.

Kompolnas berharap rekonstruksi yang akan digelar Kamis (20/8), bisa memperjelas kasus ini. Sekaligus menghilangkan keraguan masyarakat. Sejauh ini polisi meyakini manajer cantik bernama Sisca Yofie (34) itu dibunuh hanya karena jambret. Secara tak sengaja Sisca yang melawan terseret motor 500 meter karena rambutnya menyangkut di gir belakang.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP