Ke Myanmar, SBY bahas soal konflik Rohingya

Reporter : Vany Nestia Jayani | Senin, 22 April 2013 09:36




Ke Myanmar, SBY bahas soal konflik Rohingya
SBY di Halim Perdanakusuma. ©Rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama rombongan melakukan lawatan ke tiga negara yakni, Singapura, Myanmar dan Brunei Darussalam. Kunjungan pertama SBY yaitu ke Singapura lalu dilanjutkan ke Myanmar dan Brunei Darussalam.

Kunjungan SBY ke Singapura adalah kegiatan tahunan wajib. Demikian pula dengan kunjungan ke Brunei Darussalam.

"Kunjungan saya ke Singapura adalah kegiatan tahunan yang wajib saya laksanakan. Demikian pula dengan kunjungan ke Brunei adalah kegiatan wajib bagi pemimpin asean. Myanmar amat penting setelah Myanmar mengalami perubahan yang dramatis, sehingga kerja sama Indonesia-Myanmar bisa ditingkatkan," kata SBY di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (22/4).

Presiden juga akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura dalam rangka melakukan review atas kerja sama selama ini seraya mencari peluang baru untuk peningkatan kerjasama Indonesia-Singapura.

"Kami bersama Perdana Menteri Singapura akan melakukan review atas kerja sama guna mencari peluang baru untuk peningkatan kerjasama yakni ada 7 prioritas, yaitu investasi, transportasi udara, agrobisnis, pariwisata, tenaga kerja, kerja sama di kawasan Batam, Bintan, Karimun dan kawasan ekonomi khusus lain, kerja sama kontra terorisme. Sejauh ini kerja sama kita baik," ujarnya.

Lebih lanjut SBY mengatakan, di Myanmar dia akan melaksanakan pertemuan bilateral dengan pemimpin Myanmar dan agenda utamanya adalah meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, pangan dan energi.

"Saya gunakan kesempatan ini untuk pastikan demokratisasi berjalan dengan baik di negara itu karena Indonesia adalah pendukung utama demokratisasi di Myanmar," ujar Presiden.

SBY mengaku juga akan membahas isu etnis Rohingya. Meskipun, lanjutnya, diketahui itu adalah konflik internal dan bagaimanapun Indonesia berharap pemerintah Myanmar menangani dengan bijak dan adil. Indonesia ingin terus membantu untuk tujuan yang baik.

"Saya angkat isu etnis Rohingya. Meskipun kita ketahui itu adalah konflik komunal bagaimanapun Indonesia berharap pemerintah Myanmar menangani dengan bijak dan adil. Indonesia ingin terus membantu untuk tujuan yang baik," tambahnya.

[bal]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • 5 Cerita Firman, mahasiswa UPI terseret mobil di mata orang dekat
  • Sebab kualat, kisah preman tobat basuh maksiat
  • Review: Rossoneri tertahan di Bentegodi
  • Jangan pernah beranggapan bahwa penis adalah tongkat sihir!
  • Mengenal keindahan batu kalimaya asal Lebak Banten
  • Hindari 6 titik rawan begal motor ini di Kota Bogor
  • Miris, enam hari RSUD Pekanbaru telantarkan pasien korban kebakaran
  • 214 Prajurit terbaik lulus pendidikan Komando Kopassus
  • Gangguan jiwa, Kejagung tidak bisa eksekusi mati WNA Brasil
  • Lagi, begal motor di Deliserdang tewas dihakimi massa
  • SHOW MORE