Kasus Ternate jangan bikin orang takut unggah pelanggaran polisi
Merdeka.com - Nasib nahas harus dialami seorang Mahasiswa Universitas Khairun Ternate, bernama Adlun Fiqri. Bagaimana tidak, akibat ulahnya mengunggah video berjudul 'Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate' di situs Youtube, ia jadi berurusan dengan kepolisian.
Mahasiswa Universitas Khairun Ternate itu ditahan di Mapolres Ternate sejak Senin (28/9) siang. Dia dituduh mencemarkan nama baik korp bhayangkara.
Penahanan itu membuat berbagai kecaman terhadap polisi dan solidaritas dari pengguna Twitter dan Facebook pun muncul. Akun Facebook, Toety Feminisosialistha, misalnya. Dia mengajak publik mengirimkan sms kepada Kapolres Ternate untuk segera membebaskan Adlun Fiqri.
Toety menilai, Adlun Fiqri saat ditilang telah mengakui kesalahannya. Namun, sang Polantas justru meminta 'uang damai' kepadanya.
"Korban pun berkata bahwa ia tidak punya uang dan merekam praktik tersebut melalui telepon genggamnya, beberapa menit kemudian korban lalu mengunggah video tersebut ke media sosial," beber Toety
Dia juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian menahan Adlun Fiqri, padahal video tersebut adalah sebuah bentuk protes masyarakat terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh penegak hukum.
Ironisnya Video yang diunggah Adlun Fiqri pada Sabtu (26/09) ke Youtube dan Facebook itu kini telah diblokir pihak-pihak yang merasa berkeberatan dan dirugikan. Dengan kejadian itu, mungkin sebagian orang berpikir ulang memposting pelanggaran serupa karena takut dibui. (mdk/gil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya