Kasus suap pajak, KPK mulai periksa bos The Master Steel

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Senin, 20 Mei 2013 11:15




Kasus suap pajak, KPK mulai periksa bos The Master Steel
Gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini memanggil Direktur PT The Master Steel, Diah Soembedi. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan pajak perusahaan baja berlokasi di Cakung, Jakarta Timur.

"Dia diperiksa sebagai saksi buat empat tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (20/5).

Pada 15 Mei sekitar pukul 10.00 WIB, KPK menangkap dua pegawai pajak, diduga menerima suap, di halaman Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Mereka berinisial MDI dan ED. Menurut informasi, MDI adalah Mohamad Dian Irwan Nuqishira yang menjabat penyidik pajak golongan III D, sementara ED adalah Eko Darmayanto menjabat pemeriksa pajak di Kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur golongan III C.

Di tempat sama, KPK juga menangkap T, diduga kurir. Sementara itu, di kawasan Kelapa Gading, KPK menangkap E. Dari informasi didapat, E adalah Effendi. Dia adalah karyawan perusahaan bergerak di bidang baja, The MS. Sementara T adalah Teddy, diduga sebagai kurir. Dari penelusuran, perusahaan The MS adalah The Master Steel, beralamat di Jalan Raya Bekasi kilometer 21, Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, dari penangkapan itu disita uang sebanyak 300 ribu dolar Singapura, atau setara Rp 2,3 miliar. Dia mengatakan, diduga pemberian ini adalah yang kesekian kalinya.

"Dugaan sementara ini berkaitan dengan wajib pajak perusahaan berinisial The MS. Diduga ada persoalan pajak yang dilakukan perusahaan itu. Itu perusahaan dalam negeri di bidang baja," kata Johan.

Johan memaparkan, cara menerima gratifikasi dua pegawai pajak itu cukup unik. Dia mengatakan, pada Selasa malam, MDI dan ED yang mengemudikan mobil Toyota Avanza pergi menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Sesampainya di sana, MDI dan ED langsung memarkir mobilnya. Di sana sudah menunggu seorang kurir. Lantas, MDI dan ED menyerahkan kunci mobil kepada kurir itu. Kurir itu kemudian membawa pergi mobil, lalu MDI dan ED pergi meninggalkan lokasi. Diduga, saat dibawa kurir, duit Rp 2,3 miliar dimasukkan ke mobil itu.

Pada Rabu pagi, MDI dan ED kembali ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Di sana sudah menunggu T. Saat itulah KPK menangkap ketiganya. Sementara itu, E ditangkap di tempat terpisah, di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

KPK menjerat dua pegawai pajak ED dan MDI dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 5 ayat 2 dan atau Pasal 11 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan EK, pegawai PT MS dan TM diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 13.

[hhw]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Drama Joo Won dikritik pengarang Manga Nodame Cantabile
  • Agung Laksono bantah jadi menteri Jokowi, ingin fokus ke Golkar
  • Biro Pers Istana: Hari ini belum ada rencana pengumuman kabinet
  • Viagra ternyata ampuh cegah serangan jantung!
  • Lucunya putri mungil Alyson Hannigan saat tersenyum seperti ini
  • Renovasi toilet & dinding DPRD DKI habiskan anggaran Rp 28 M
  • MMA Forum Indonesia 2014, jembatan pemasaran mobile di Indonesia
  • Banding Wawan ditolak, KPK susun strategi ajukan kasasi
  • Wanita pakai rok mini ngamuk maki-maki sopir taksi di jalan raya
  • Andhi Nirwanto jadi pelaksana harian Jaksa Agung
  • SHOW MORE