Kasus simulator SIM, anak buah Budi Susanto diperiksa KPK

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Senin, 13 Mei 2013 11:45

Kasus simulator SIM, anak buah Budi Susanto diperiksa KPK
Simulator. ©2012 Merdeka.com/rahma

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa tiga anak buah Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto. Mereka bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan simulator uji klinik Surat Izin Mengemudi roda dua dan empat di Korlantas Polri pada 2011.


Ketiga karyawan PT CMMA itu adalah Mulyadi, Wahyudi, dan Pirius Buaton. Selain itu, lembaga antikorupsi itu juga memeriksa empat pihak swasta, yaitu Kim Kwet Yung, Lay Kwet Tjong, Fonny, dan Budi Susanto. Seorang karyawan swasta bernama Lusia Melinda juga ikut diperiksa.

"Semua saksi diperiksa buat tersangka BS," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha , Senin (13/5).

Budi Susanto telah tiba di Gedung KPK pukul 11.00 WIB. Dia terlihat mengenakan kemeja batik latar putih bercorak biru. Saat ditanya soal pemeriksaan hari ini, dia cuma tersenyum dan bergegas masuk ke lobi utama.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus proyek pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi roda dua dan empat, di Korps Lalu Lintas Polri tahun anggaran 2011. Mereka adalah mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo , Wakil Kepala Korlantas Polri non-aktif Brigjen Pol Didik Purnomo, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang, dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto.

Sukotjo S Bambang sudah dibui di Rumah Tahanan Kebon Waru, Bandung, lantaran terjerat kasus penggelapan. Dia adalah 'peniup peluit' (whistleblower) yang mengungkap kasus dugaan korupsi senilai Rp 198,6 miliar itu.

[ren]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Kasus Simulator SIM

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE