Kasus persetubuhan anak di bawah umur di Jembrana marak

    Reporter : Mohamad Taufik | Selasa, 28 Mei 2013 15:04

    Kasus persetubuhan anak di bawah umur di Jembrana marak

    Merdeka.com - Kasus persetubuhan anak marak di Kabupaten Jembrana, Bali, yang berdasarkan data di Polres setempat. Bulan ini saja, sudah ada 4 laporan kasus tersebut. Seperti diberitakan Antara, Selasa (28/5).


    "Kasus persetubuhan ataupun pencabulan anak di bawah umur, termasuk yang menonjol belakangan ini. Pada bulan Mei saja, kami menerima empat laporan," kata Kasubag Humas Polres Jembrana, AKP Wayan Setiajaya, Selasa di Negara.

    Rata-rata kasus sebagian kasus melibatkan pelajar, baik yang melapor maupun dilaporkan. Oleh sebab itu polisi akan melakukan pencegahan dengan melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah.

    "Kami akan koordinasi dan libatkan instansi maupun lembaga terkait untuk memberikan pemahaman kepada pelajar, baik dari sisi kesehatan maupun hukum terkait persetubuhan di bawah umur," ujarnya.

    Selain ke sekolah, menurut Setiajaya, pihaknya mengimbau pemilik hotel maupun penginapan untuk tidak sembarangan menerima tamu.

    Menurut dia, sebagian besar kasus persetubuhan anak di bawah umur dilakukan di kamar hotel.

    "Pemilik hotel dan penginapan harus melarang, jika ada pasangan remaja di bawah umur yang hendak menyewa kamar. Untuk menandai gampang, minta saja KTP, kalau tidak punya berarti masih di bawah umur," kata Setiajaya.

    Ia berharap, pemilik hotel dan penginapan tidak hanya mencari untung dengan menyewakan kamarnya tanpa melihat siapa penyewa, tapi juga memikirkan generasi bangsa.

    "Kalau mereka menyewakan kamarnya untuk berbuat mesum bagi kalangan remaja, sama saja mereka merusak generasi bangsa," terangnya.

    [mtf]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Pencabulan

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE