Kasus pembunuhan satu keluarga di Madiun terungkap

Reporter : Moch. Andriansyah | Selasa, 15 Januari 2013 04:11




Kasus pembunuhan satu keluarga di Madiun terungkap
dukun. shutterstock

Merdeka.com - Misteri kematian satu keluarga di Madiun Jawa Timur, terkuak sudah. Pelaku pembunuhan itu, akhirnya berhasil ditangkap. Bapak, ibu dan anak ini tewas dibunuh oleh dukun palsu pengganda uang, yang tak lain adalah mantan teman satu pekerjaan dengan korban di salah satu hotel mewah di Madiun.

Diungkap Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Edi Susanto, kemungkinan kematian satu keluarga ini, karena terlibat masalah penggandaan uang melalui mantan teman sekerjanya bernama Agus Basuki (34), warga Jalan Stinggi, Kec Taman, Kota Madiun, yang saat ini dalam pemeriksaan petugas, setelah berhasil ditangkap di rumahnya.

Menurutnya, Agus kesal terhadap korban karena terus ditagih soal hasil penggandaan uang yang dilakukannya.

"Jadi tersangka berpura-pura jadi paranormal asal Malang dengan panggilan Abah. Kemudian, pasangan pasutri ini diarahkan oleh tersangka melalui pesan singkat (SMS). Jadi Abah ini sebenarnya fiktif. Kemungkinan karena sering ditagih akibat penggandaan uang yang selama ini mereka lakukan, tapi tak tak berhasil juga," kata Edi saat dikonfirmasi, Senin (14/1).

Selanjutnya, lanjut dia, tersangka menghabisi nyawa korban dengan memberi racun yang dikemas dalam botol minuman. "Tapi kami masih mendalami dugaan ini."

Edi juga menceritakan, dari pengakuan tersangka, sebelum mengeksekusi para korbannya, tersangka menjemput Retno Sugiarti (35), yang tengah hamil delapan bulan bersama suaminya Muhamad Giantoro alias Aan (35) dan anaknya, Nia di Hutan Jati, Desa Kuwiran, Kec Kare, Madiun.

"Tersangka menjemput korban menggunakan motor Mio AE 4162 EQ di Hutan Jati."

Selanjutnya mereka menuju lokasi kejadian di petak 300 RPH Kuwiran BKPH Dungus, KPH Madiun. Di lokasi ini, kedua korban diajak ke sungai kering untuk menenangkan diri. Korban Aan sempat disuruh bersemedi di atas batu. Setelah itu, keduanya diberi minuman
jenis Pulpy Orange yang telah dicampur dengan racun tikus jenis potassium.

Usai pertemuan itu, korban Retno diantar pulang menggunakan taksi Bima dan meninggal dunia di dalam taksi bernomor polisi AE-305-CX pada Rabu lalu (9/1). Kematian Retno dilaporkan sopir taksi yang membawanya, yaitu Khoirul.

Selang empat hari kemudian, tepatnya pada hari Minggu (13/1), ditemukan mayat laki-laki
dan perempuan di petak 300 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kuwiran, Badan Kesatuan Pemangkutan Hutan (BKPH) Dungus, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun atau termasuk Desa Kuwiran, Kec Kare, Kab Madiun.

Kedua mayat tersebut ternyata Aan dan Nia. Kasus kematian bapak dan anak ini, ditangani oleh Polres Madiun. Sedangkan kasus kematian Retno, karena berada di Madiun Kota, kasusnya ditangani Polresta Madiun.

"Namun, kami masih terus mendalami kasus ini. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap diri korban," tutup Edi.

[cob]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan Sadis

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Polri: Status siaga I seluruh Polda sejak BBM naik belum dicabut
  • Wajah Baru Strada Triton 2015 Dinilai Kurang Macho?
  • Nick Jonas akui telah gagal menjaga keperjakaan
  • Perpustakaan digital Indonesia pertama segera diluncurkan
  • Mengenang pemberangusan media, Surya Paloh luncurkan buku
  • Gadis manis penjual es krim di Taiwan digemari netizen
  • Kabareskrim turun tangan dalami laporan FPI soal Ahok
  • BI: Bank kecil masih berani genjot kredit
  • Ada perselingkuhan lain di balik cinta terlarang Jean-Sri?
  • Begini cara Newmont mencari 'emas' dalam bebatuan
  • SHOW MORE