Kasus impor sapi, KPK kembali periksa sekretaris Mentan

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Selasa, 26 Februari 2013 10:50




Kasus impor sapi, KPK kembali periksa sekretaris Mentan
gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan delapan saksi dan satu tersangka, dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Sekretaris Menteri Pertanian, Ir Baran Wirawan.

Selain memanggil kembali sekretaris Menteri Pertanian, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lain yang berasal dari lingkungan Kementerian Pertanian. Mereka adalah Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, Ir Suharyono, dan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen, Ahmad Junaedi.

Baran sudah hadir sejak pukul 09.00 WIB. Dia tidak banyak bicara dan langsung masuk lobi KPK. Selang 45 menit kemudian, giliran Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi hadir di gedung KPK

"Semua diperiksa sebagai saksi buat tersangka AF, LHI, AAE, dan JE," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Selasa (26/2).

KPK juga memeriksa beberapa saksi dari kalangan swasta, yakni Achdiat Basari dan Baskoro, serta seorang pegawai negeri sipil bernama Ewin. Lembaga anti-korupsi itu juga memeriksa Ahmad Fathanah dan Juard Effendi sebagai saksi, serta Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka.

Dalam operasi tangkap tangan 28 Januari lalu, KPK berhasil menangkap tiga orang yang langsung ditetapkan menjadi tersangka, dalam perkara dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi. Mereka adalah Arya Abdi Effendi, Juard Effendi, dan Ahmad Fathanah alias Olong Ahmad Fadeli Luran. Sementara mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dijemput tim penyidik KPK sehari setelah operasi penangkapan.

Barang bukti yang disita berupa uang tunai sebesar Rp 1 miliar dari tangan AF. Selain itu, perkara suap itu diduga turut melibatkan unsur gratifikasi seks. Hal itu lantaran dalam operasi, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo bernama Maharani Suciyono ikut ditangkap tim KPK, saat bersama AF di Hotel Le Meridien.

KPK sudah menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap impor daging sapi. Mereka adalah dua Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, Ahmad Fathanah alias Olong Ahmad Fadeli Luran, dan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Arya dan Juard sebagai pemberi suap diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara Ahmad dan Luthfie diduga melanggar pasal 12 a atau b, atau pasal 5 ayat 2, atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Mereka kini sudah ditahan di empat lokasi. Arya dan Juard masing-masing dibui di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, dan Salemba, Jakarta Pusat. Ahmad Fatanah dijebloskan ke dalam Rutan Klas I Cipinang cabang KPK. Sementara Luthfi sudah mendekam di sel Rutan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan.

[lia]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Guntur Bumi berdamai dengan para korban
  • Keluarga Glazer kisruh, United dilego?
  • Bupati Maluku Tengah: Kita Basudara, jangan bertikai lagi
  • Rob Zombie ajak fans ikut garap film 31
  • Tak punya uang Lebaran, seorang pria di Solo nekat merampok
  • ISIS ingin mahasiswa di Mosul dipisahkan sesuai jenis kelamin
  • TNI kesulitan evakuasi 5 jenazah OPM yang tewas ditembak
  • Organda minta kaji ulang pembatasan waktu pembelian solar
  • PT KAI keluhkan banyak warga mau mudik tak bawa KTP
  • Penyelidikan internasional di lokasi kecelakaan MH17 dimulai
  • SHOW MORE