Kasus Cebongan, saat Pangdam Diponegoro termakan ucapannya

Reporter : Henny Rachma Sari | Jumat, 5 April 2013 06:10




Kasus Cebongan, saat Pangdam Diponegoro termakan ucapannya
Pengumuman hasil investigasi kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Aksi koboi terjadi di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Empat tahanan meregang nyawa akibat diberondong dengan senjata api yang diketahui berjenis AK 47. Sempat membantah terlibat, TNI akhirnya mengumumkan 11 anggota Kopassus berada di balik aksi itu.

Tidak lama setelah kejadian, muncul dugaan bahwa para pelaku sadis tersebut merupakan anggota Kopassus. Dugaan tersebut bukan tanpa alasan, usut punya usut empat tahanan yang tewas tersebut merupakan pelaku penganiayaan terhadap seorang anggota Kopassus, Serka Heru Santoso (31) yang tewas di Hugo's Cafe, Yogyakarta.

Disebut-sebut institusinya terlibat penyerangan Lapas Cebongan, Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso langsung membantah mati-matian bahwa anggotanya tidak ada yang terlibat dalam penyerangan sadis tersebut. Pangdam pun membantah sekaligus memastikan bahwa senjata yang digunakan para pelaku bukanlah senjata standar TNI AD.

"Senjata laras panjang dan pendek banyak beredar di masyarakat sehingga, tidak hanya tentara atau aparat saja yang memiliki," tegas Pangdam kala itu.

"Sebagai panglima saya bertanggung jawab penuh dengan semua yang ada di wilayah Kodam IV Diponegoro. Tidak ada prajurit yang terlibat tidak mungkin. Karena hasil jaminan dari komandan satuan mereka bisa mengendalikan semua," tegas pria berkumis itu 23 Maret lalu.

Namun, tiga belas hari pasca bantahan Pangdam, tim investigasi yang dibentuk Mabes TNI AD menyampaikan hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap kasus penembakan 4 tahanan titipan di Lapas Cebongan Sleman, Yogyakarta. Dipastikan, pelaku penembakan adalah anggota Kopassus.

"Dalam penyelidikan yang dilakukan sejak 29 Maret lalu, hasilnya para pelaku adalah rekan-rekan Serka Heru Santoso yang tewas dalam perkelahian di Hugo's Cafe," ujar Ketua Tim Investigasi Brigjen Unggul K Yudhoyono, saat jumpa pers di Dinas Penerangan TNI AD, Kamis (4/4).

Unggul menjelaskan, sebelas pelaku yang berasal dari Grup 2 Kopassus Kartosuro melakukan penyerangan dengan spontanitas. Selain karena kasus tewasnya Serka Heru Santoso pada 19 Maret 2013, penyerangan tersebut juga dilatarbelakangi peristiwa pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 23 maret oleh para korban.

"Penyerangan ini akibat pembunuhan bermotif tindakan reaktif karena kuatnya jiwa korsa dan membela satuan," kata Unggul.

Unggul menambahkan, sebelum peristiwa, dua dari 11 pelaku yang terlibat penyerangan sempat berupaya untuk mencegah. Tapi karena kalah jumlah, mereka kemudian hanya memantau dari luar.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan tim TNI, ada 9 orang yang menyerbu masuk ke dalam Lapas Cebongan pada 23 Maret pukul 00.15 WIB. Satu orang menjadi eksekutor, 8 berjaga di kompleks lapas.

"Terdapat 2 orang di mobil Feroza yang berusaha untuk mencegah tindakan rekan-rekannya namun tidak berhasil," ungkap Unggul.

Selanjutnya, diketahui saat mengeksekusi korban, para pelaku menggunakan 6 pucuk senjata, yakni 3 pucuk AK 47 yang dibawa dari latihan, 2 pucuk AK 47 replika, dan satu pucuk pistol jenis Sig Sauer replika.

Hasil penyelidikan tim investigasi Mabes AD membuat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso termakan ucapannya sendiri. Para pelaku penyerangan akan menjalani proses hukum di Puspom AD.

Baca juga:
'Kasus Cebongan, harus ada sentuhan dari SBY ke prajurit TNI'
SBY tegaskan negara tak diam dalam kasus Cebongan
SBY: Komandan 11 personel Kopassus ikut bertanggung jawab
Aktivitas pagi di markas Grup 2 Kopassus Kartosuro
Anggota dewan minta Kopassus tak emosional

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kado Natal Terindah Bagi Chico Jericho, Piala Maya
  • Kado Natal Terindah Bagi Chico Jericho, Piala Maya 2014
  • Pemerintah cari 1.000 CPNS guru untuk pulau terpencil
  • Bangkrut, ISIS jual organ tubuh sandera dan anggota yang tewas
  • Foto Habib Rizieq dan Pdt Gilbert bergandeng tangan dipuji
  • Hilangkan bekas luka operasi caesar dengan 9 bahan alami ini
  • 13 Kali begal motor di Pasar Kemis, 2 bandit ditembak polisi
  • Coba 5 masker dari buah apel ini untuk atasi masalah kulit!
  • Alasan-alasan konyol pasangan mesum saat digerebek
  • Simpan sabu 120 gram & 200 butir ekstasi, Kancil dikurung polisi
  • SHOW MORE