Kapolri: Perlu kesadaran masyarakat antisipasi teror
Merdeka.com - Aparat tidak dapat bekerja sendirian untuk mengungkap jaringan teroris yang bergerak secara tertutup dan terorganisir. Beberapa pengungkapan aksi teror belakangan ini diakui juga tak lepas dari peran serta masyarakat dalam memberikan informasinya kepada kepolisian.
Termasuk salah satunya penyerahan diri Yusuf Rizaldi, pengontrak rumah yang meledak di Jalan Nusantara Beji, Depok, Jawa Barat. "Tentunya saya melihat ini positif bahwa di samping ada kesadaran dari masyarakat di wilayah-wilayah untuk selalu memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada kepolisian. Kedua, tentunya itu, kalau dari sisi penyerahan dalam arti tersangka ya kita akan dalami," kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Istana Kepresidenan, Kamis (13/9).
Terkait ancaman teror berupa SMS maupun telepon yang terjadi dua kali di Bandung dan Yogyakarta beberapa saat lalu, Timur meminta kepedulian masyarakat untuk membantu mengungkap kejadian-kejadian yang tidak biasa di lingkungannya.
"Yang penting masyarakat peduli dengan lingkungan sehingga langkah-langkahnya cepat dan tepat," tandasnya.
Sebelumnya, ancaman bom di Hotel Whiz, Jl Dagen, Malioboro, Yogyakarta, dikirim melalui SMS. Pemilik hotel Whiz, Adi Simono mengaku mendapat pesan ancaman itu di ponselnya sekitar pukul 08.30 WIB tadi.
"Ada bom di lantai 5 dan 6". Demikian pesan singkat yang diterima Adi Simono, Kamis (13/9). (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya