Kapolri: Ahmadiyah jangan tertutup
Merdeka.com - Kepolisian meminta jamaah Ahmadiyah untuk membuka diri dan tidak tertutup dalam segala aktivitasnya. Ini diyakini akan efektif mencegah aksi-aksi anarkis dari sejumlah kelompok yang mencurigai kegiatan keagamaan.
"Ahmadiyah sendiri sudah harus terbuka dengan komunitas lain, jadi enggak dicurigai. Harus membuka diri," ucap Kapolri Jenderal Timur Pradopo usai The Formal Launch of Strategic Review and The Strategic Review Forum di Ballroom,Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (17/7).
Dia meminta masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap jemaah Ahmadiyah. Bila tetap melakukan tindakan kekerasan, Polisi berjanji akan melakukan penangkapan kepada para pelakunya. "Masyarakat itu harus taat hukum, bahwa segala bentuk pelanggaran hukum harus diproses," katanya.
Sebelumnya, bentrokan berdarah antar warga dan jemaat Ahmadiyah kembali pecah di Kampung Cisalada, Desa Ciampeudik, Kecamatan Ciampea, Bogor, Jumat (13/7). Perang batu dan senjata tajam pecah pukul 13.45 WIB, sesaat setelah warga melaksanakan salat Jumat. Akibatnya, empat orang menderita luka serius.
Bentrokan terjadi akibat kehadiran empat wartawan asing asal Belgia yang melakukan peliputan di lingkungan Ahmadiyah. Keempat wartawan ini sempat mengambil gambar lingkungan setempat membuat warga curiga dan menegur. Namun, saat ditegur mereka berdalih sudah mendapat izin dari seorang jamaah Ahmadiyah. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya