Kapolres Poso: Kita tindak tegas anggota yang perkosa tahanan

    Reporter : Didi Syafirdi | Minggu, 31 Maret 2013 17:20

    Kapolres Poso: Kita tindak tegas anggota yang perkosa tahanan
    Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Kasus pemerkosaan tahanan wanita yang dilakukan oleh polisi dari Satuan Narkoba Polres Poso terbongkar. FM (24) terpaksa melayani nafsu bejat Bripka AH sebanyak dua kali karena mendapat ancaman.


    Kini, Bripka AH sudah diamankan. Polisi menjeratnya dengan pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan, selain itu AH juga terancam diberhentikan secara tidak hormat.

    Bagaimana kronologi kejadian tersebut. Berikut wawancara merdeka.com dengan Kapolres Poso Sulawesi Tengah AKBP Sisnadi, Minggu (31/3):

    Polisi mengaku kesulitan ungkap pemerkosaan tahanan wanita
    Saat perkosa tahanan, polisi mengaku ingin lengkapi berkas


    Bagaimana kasus pemerkosaan tahanan yang dilakukan polisi?

    Jadi tanggal 26 Maret kita terima laporan dari tersangka narkoba di Polres Poso. Dia mengaku diperkosa anggota pada 23 dan 24 Februari.

    Setelah itu apa yang dilakukan?

    Kemudian ditindaklanjuti dengan memeriksa anggota yang diduga pelaku, kemudian dilakukan penahanan.

    Kenapa sampai bisa pemerkosaan terjadi di sel tahanan?

    Pelaku Bripka AH merupakan anggota dari satuan narkoba. Saat itu dia datang ke sel dengan alasan hendak melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas. Awalnya dua penjaga tak mengizinkan karena sudah tengah malam.

    Tapi, karena Briptu G dan Briptu C, lebih junior makanya mengizinkan. Keduanya juga tidak menaruh curiga. Kala itu tidak dilakukan pengawalan.

    LSM di sana menduga polisi lambat merespon kasus ini?

    Tidak benar kalau kita tidak tegas, kita tegakkan keadilan. Penyidik bekerja maraton, dan besok berkas Bripka AH akan dilimpahkan ke kejaksaan. Pemberkasan hanya 5 hari dari tanggal 26 Maret.

    Sanksi apa?

    Dia dijerat dengan pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan. Selain itu, dia juga melanggar kode etik dan terancam diberhentikan secara tidak hormat. Pekan depan sidang etik akan dilakukan.

    Merasa kecolongan dengan kejadian ini?

    Ke depan memang perlu dilakukan pengawasan lebih. Kalau tidak ada izin dari wakapolres tidak boleh masuk ke dalam sel, apalagi malam hari.

    Untuk si korban sendiri saat ini kondisi seperti apa?

    FM menjadi tersangka kasus narkoba, saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Poso, dan dia ditahan di Rutan Poso.

    Sejak awal FM menolak didampingi oleh LSM, alasannya karena orangtua dan keluarga FM ada di Poso, anaknya masih SD dan dia juga berencana akan menikah. Kalau sampai ramai dia khawatir kasus ini tersebar.

    Baca juga:
    'LPSK segera lindungi tahanan wanita yang diperkosa polisi'
    Bripka AH ngaku datangi FM untuk isap sabu, bukan memperkosa
    Sebelum memperkosa, Bripka Ah pesta narkoba di ruang tahanan

    [did]

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE