Kapolda: Pelemparan bom di Tasikmalaya balas dendam teroris

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Selasa, 14 Mei 2013 18:02

Kapolda: Pelemparan bom di Tasikmalaya balas dendam teroris
Teroris Bandung. ©2013 Merdeka.com/Andrian Salam

Merdeka.com - Pihak kepolisian tidak memungkiri aksi pelemparan bom di Pos Polisi Mitra Batik, Tasikmalaya, Jawa Barat kemarin adalah upaya balas dendam yang dilakukan terduga teroris terhadap polisi.

"Mungkin bisa saja begitu (balas dendam). Melempar ke pos polisi itu bisa saja balas dendam," kata Kapolda Jabar Tubagus Anis Angkawijaya, di Bandung, Selasa (14/5).

Namun dia tidak mau lebih berspekulasi soal dugaan itu. Dia menyatakan bahwa benar pelaku pelemparan bom di Tasikmalaya berinisial SL itu adalah jaringan teroris Maksum yang ditangkap Densus 88 pekan lalu di Cipacing, Kabupaten Sumedang.

"Iya dia jaringan teroris yang ditangkap di Bandung," ungkapnya. Kapolda sejauh ini tidak mengetahui target utama rentetan aksi teror yang terjadi di wilayah hukum Polda Jabar.

"Saya tidak tahu, kan (orangnya) sudah meninggal," tuturnya.

Menurutnya bom yang dilempar SL ke Pos Polisi di Tasikmalaya tidak memiliki daya ledak tinggi. "Itu bom isinya rangkaian bom rakitan. Daya ledaknya low explosive," katanya.

Sehingga dia bersyukur bahwa anggota Lalu Lintas Aiptu Wijartono dan Briptu Wahyudi bisa selamat karena bom gagal meledak. Dari informasi yang didapat, bom yang dilempar SL yakni bom berupa pipa T yang berisi black powder, inisiator, penyala detonator buatan, baterai 9 volt, baut ukuran 10, dan switching anti tekan.

[bal]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Terorisme

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE