Kaldera Batur, Geopark pertama di Indonesia

Reporter : Sri Wiyanti | Minggu, 18 November 2012 13:31

Kaldera Batur, Geopark pertama di Indonesia
Gunung Batur. Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu menyambut baik keberhasilan Geopark Nasional Kaldera Batur yang berlokasi di area Gunung Batur Bali menjadi anggota Jaringan Geopark Global (JGG) UNESCO.

"Pengajuan Lokasi Geopark ini sebenarnya di bawah Kementerian ESDM, namun ketika telah terpilih, maka promosinya sebagain bagian dari tujuan wisata berada di bawah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sedangkan pengelolaannya tergantung Bupati setempat," kata Jero di Bangli, Bali, Sabtu (17/11).

Keberhasilan ini menjadikan Indonesia tercatat sebagai anggota ke 89 dari 90 JGG yang tersebar di 27 negara. Keanggotaan JGG diberikan saat penutupan acara Konferensi Internasional Jaringan Geopark Eropa ke-11 di Arouca, Portugal, pada 20 September 2012 lalu.

"Melalui persyaratan yang ketat, kita telah melakukan prosesnya sejak 2008 dan baru pada tahun ini Indonesia berhasil mendaftarkan Geopark Nasional Kaldera Batur menjadi salah satu dari 90 JGG," jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

Mari menambahkan, lokasi geopark yang berada Kintamani-Batur juga memberi nilai tambah tersendiri mengingat Kemenparekraf telah menetapkan 16 Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) di mana salah satu daerah yang akan dikembangkan adalah kawasan Kintamani-Danau Batur dan sekitarnya.

"Selain menetapkan 16 KSPN, Kemenparekraf juga mengembangkan 7 wisata minat khusus untuk bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tapi yang terpenting kualitasnya. Wisata alam dan ekowisata adalah salah satu dari 7 wisata minat khusus," papar Mari.

Geopark atau Taman Bumi merupakan salah satu konsep pembangunan kawasan secara berkelanjutan dan akhirnya dipilih oleh Indonesia menjadi model untuk pengembangan sumberdaya alam secara holistik. Tiga unsur utama sumber daya alam yaitu geologi, biologi dan budaya dikemas secara utuh dan terpadu di dalam konsep geopark. Tujuan pembangunan geopark berpilar pada tiga sasaran utama yaitu konservasi, edukasi dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui pemanfaatan pariwisata.

Setelah Kaldera Batur, beberapa lokasi lain telah diajukan untuk menjadi Geopark Global. Lokasi tersebut antara lain provinsi Sumatera Utara (Geopark Toba), Jambi (Geopark Merangin), DIY-Jawa Tengah-Jawa Timur (Geopark Gunung Sewu, termasuk Geo-area Pacitan yang sudah ditetapkan menjadi Geopark Nasional Pacitan), Nusa Tenggara Barat (Geopark Lombok, termasuk Geo-area Rinjani) dan Papua Barat (Geopark Raja Ampat).

"Upaya tersebut diikuti dengan pembentukan Komite Nasional Geopark yang diprakarsai oleh Kementerian Parekraf, ESDM dan Kemendikbud melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU)," imbuh Mari.

Menurut data persebaran anggota JGG, sampai dengan 2012 China adalah negara anggota JGG yang memiliki jumlah global geopark terbanyak yakni sebanyak 27. Pertumbuhannya sejak 2000 sampai dengan 2012 juga signifikan mengingat saat ini negara tersebut telah memiliki 138 geopark di level lokal dan nasional, dengan 27 di antaranya masuk menjadi JGG.

China juga menjadi contoh bahwa keberadaan JGG mampu memberi nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata. Pada tahun 2000 jumlah kunjungan wisatawan di kawasan Geopark Yuntaishan sekitar 200.000 wisatawan dengan devisa USD 3 juta. Setelah menjadi anggota JGG pada 2004, kunjungan semakin meningkat hingga mencapai 1.250.000 wisatawan dengan devisa USD 90 juta. Ditambah pula dalam jangka waktu empat tahun tersebut, telah dibangun 400 hotel dan restoran baru, serta 250 family inn yang membuka lapangan kerja bagi 5.000 orang.

Bupati Bangli Made Gianyar menambahkan, saat ini sektor pariwisata telah menyumbang sebesar Rp 7,5 miliar untuk APBD dengan datangnya sekitar 700.000 wisatawan ke area wisata di wilayahnya. "Harapannya tahun 2014 (setelah pengukuhan Geopark Kaldera Batur) yang datang bisa 1,5 juta wisatawan, dan Rp 15 miliar masuk ke APBD dari pariwisata," tutupnya.

[rin]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Anggunnya, wanita kerajaan di acara baptis Putri Charlotte
  • Politikus PDIP: Kini saatnya UU warisan Belanda dinasionalisasi
  • KPK tahan Bupati Empat Lawang dan istri usai diperiksa
  • Lepaskan film '3 SRIKANDI', Dian Sastro akui sedih
  • Didesak DPR, Kementerian ESDM buka opsi revisi UU minerba
  • Kapolda Metro Jaya: Kepercayaan publik pada polisi menurun
  • Dalam reka ulang, Agus peragakan proses penguburan jasad Angeline
  • Ini hasil kinerja Jenderal Moeldoko selama menjadi Panglima TNI
  • Partai Nasdem kirim data calon kepala daerah ke polisi dan Kejaksaan
  • Kabar gembira, Avengers ini siap bantu 'ANT-MAN' tumpas musuh
  • SHOW MORE