Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kabut tebal, evakuasi korban Sukhoi dihentikan

Kabut tebal, evakuasi korban Sukhoi dihentikan Jenazah Pesawat Shukoi Super Jet 100. merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 di puncak Gunung Salak I, Jawa Barat, di hari keempat ini terpaksa dihentikan. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca berkabut menyelimuti titik lokasi jatuhnya pesawat.

"Kabut mulai turun sejak jam 13.00 siang tadi, jarak pandang jadi terbatas," terang Kru pesawat Super Puma, Serka Taufik saat berbincang-bincang dengan wartawan, di Cijeruk, Bogot, Minggu (13/5).

Ia mengatakan, selain kabut yang menyelimuti puncak gunung, angin kencang juga saat ini masih menjadi penghalang untuk evakuasi. Angin bergerak dengan kecepatan 15 knot. Sementara titik aman penerbangan di bawah 10 Knot.

"Angin bergerak dari arah selatan dengan kecepatan 15 Knot," katanya.

Sebelumnya, sejak tadi pagi lima kantong jenazah berhasil dievakuasi melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat Super Puma yang diterbangkan dari Pangkalan Udara Atang Sanjaya, Bogor.

Sementara itu satu jenazah dievakuasi melalui jalur darat dari Cimelati dan dibawa ke landasan Helipet, desa Pasir Pongkor, Cijeruk, Bogor. untuk selanjutnya dibawa ke Halim Perdana kusuma dengan menggunakan helikopter milik SAR. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP