Jl RA Fadillah, mengenang pertempuran heroik kapten Kopassus

Reporter : Ramadhian Fadillah | Kamis, 18 April 2013 07:10




Jl RA Fadillah, mengenang pertempuran heroik kapten Kopassus
Jalan RA. Fadillah. ©2013 Merdeka.com/Vany

Merdeka.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merayakan hari jadi ke-61, Selasa (16/4) lalu. Perayaan digelar di markas komando Cijantung, Jakarta Timur.

Memasuki wilayah Cijantung, setiap orang akan melewati Jl RA Fadillah. Jalan itu tampak bersih dan asri dengan pepohonan rindang. Di kiri kanan berderet markas militer.

Nama RA Fadillah diberikan sebagai penghormatan untuk Kapten RA Fadillah Tjitrokoesoemo yang gugur saat menumpas gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Riau tahun 1958.

Ada dua kompi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang diturunkan dalam operasi Tegas kala itu. RPKAD ini dikenal sebagai Kopassus. Kompi A dipimpin Letnan I Benny Moerdani diterjunkan di Simpang Tiga, untuk merebut landasan udara. Kompi B yang dipimpin Kapten Fadillah mendarat di Bengkalis menyapu Sungai Siak selanjutnya menembus hutan menuju Pekanbaru. Kompi B juga bertugas mengamankan ladang-ladang minyak yang tersebar di Pekanbaru.

Sersan Eka, prajurit Kopassus tercantik
4 Kemesraan Jokowi dengan Kopassus


Pasukan Benny sukses merebut Simpang Tiga nyaris tanpa kerugian. Rupanya pasukan pemberontak memilih mundur dan memusatkan pertahanan di Batang Kuantan yang terletak di tepi Sungai Siak. Ada ribuan pasukan PRRI yang memperkuat kekuatan di sana.

Pertahanan pasukan PRRI sangat ideal. Mereka memasang banyak kubu senapan mesin di tepi sungai yang lebarnya hampir 100 meter dan berarus deras. Di belakang mereka, hutan rimba kawasan Bukit Barisan membentang luas. Ideal sekali untuk medan gerilya. Tak lupa, PRRI juga menghancurkan semua akses penyeberangan. Tentu ini kesulitan besar bagi pasukan TNI.

Kompi B RPKAD tak gentar. Pertempuran di Batang Kuantan berjalan sengit. Angkatan Udara mengirimkan pesawat B-25 untuk memberikan bantuan tembakan udara. Tetapi pilot pesawat terkena tembakan gencar sehingga harus kembali ke pangkalan Tanjung Pinang.

Tembakan bertubi-tubi membuat pasukan pemberontak bisa dipukul. Mereka mencoba meloloskan diri dari pasukan TNI. Kompi B mencoba menghadang mereka yang mundur.

Namun, nahas saat itulah Kapten Fadillah tertembak. Dia dan seorang prajurit RPKAD lainnya tewas tertembak muntahan peluru senapan mesin tanggal 2 April 1958.

Sejumlah sumber menyebut, Kapten Fadillah masih mencoba mengobarkan semangat tempur anak buahnya sebelum tewas. "Selamat berjuang," pesannya.

Kematian Fadillah membuat semangat tempur pasukannya menyala. Mereka menggempur pertahanan PRRI habis-habisan. Seluruh pertahanan di Batang Kuantan bersih disapu RPKAD dan pasukan lain. Hal ini sekaligus mematahkan perlawanan RI di seluruh Riau.

Baca juga:
6 Pasukan elite dunia dengan latihan paling sadis
4 Manuver Danjen Kopassus bela anak buah
6 Operasi pasukan elite dunia yang tuai pujian

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Kopassus

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • KMP akui Jokowi cerdas, gandeng KPK coret menteri bermasalah
  • Hemat listrik, JK larang karyawan Istana Wapres pakai jas
  • Minum alkohol dan makan daging bikin pria lebih subur?
  • Pemerintah China diklaim jadi dalang peretasan iCloud teranyar
  • 'Jika Marquez tunggangi Ducati, pasti dia tak jadi juara dunia'
  • [VIDEO] Sesi dance break, Bom 2NE1 malah pamer bra
  • Ini nama-nama anggota kubu Prabowo di komisi DPR
  • Prabowo tak mau dipuji soal datang ke pelantikan Jokowi
  • Skutik Suzuki Address Indonesia menembus pasar luar negeri
  • Mengintip keunikan pantai berpasir kerikil di Mabua, Filipina
  • SHOW MORE