Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK sarankan Ponpes beri pendidikan dunia usaha

JK sarankan Ponpes beri pendidikan dunia usaha JK Bertemu Saudagar NU. JK.©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menginginkan Pondok Pesantren juga memberikan pengetahuan tentang dunia usaha kepada para santri. Sebab, selain pemberian pendidikan agama, pendidikan dunia usaha juga penting.

"Di samping pengetahuan tentang agama, tentu bagaimana lembaga pendidikan pesantren ini bisa memajukan pengetahuan itu (dunia usaha)," kata JK saat menjadi pembicara dalam acara temu Forum Saudagar Nahdlatul Ulama (NU) dan Lintas Profesi di Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (18/5).

JK mengatakan, pondok pesantren yang baik itu juga harus kerjasama dengan dunia usaha, sehingga di samping belajar agama, juga bagaimana bisa mengetahui tentang dunia usaha. "Kalau kita semua semangatnya ke situ saya yakin pertumbuhan dunia usaha juga tinggi, apalagi kita juga tahu pendiri-pendiri NU termasuk Muhammadiyah pada dasarnya pedagang," katanya.

Ia mengatakan, dalam kitab suci Alquran juga mengajarkan dan mendorong bagaimana umat dapat meningkatkan ilmu pengetahuan bagaimana membantu merubah hidup manusia agar kehidupan menjadi lebih baik. "Bagaimana semua ilmu itu dibawa lebih kepada kemajuan bukan hanya ilmu Alquran, ilmu agama termasuk perkawinan itu penting, tapi juga tidak kalah penting untuk mencari penghasilan," katanya.

Apalagi, kata dia, dari sisi rezeki tidak bisa hanya tergantung kepada orang lain, meski selalu digambarkan bahwa Indonesia ini negara kaya. Menurutnya, kekayaan tidak bisa dilihat saja, tapi harus bisa diraih karena itu nilai lebih.

"Seperti tempat duduk yang bapak gunakan, awalnya nilai jual tidak seberapa, namun ketika menjadi kursi maka nilainya akan menjadi sepuluh kali lipat, begitu juga kain menjadi baju," katanya.

JK juga memberikan resep bagaimana menjadi pengusaha yang handal yaitu dengan mempunyai tiga resep, yakni pengetahuan, kemauan yang sungguh-sungguh dan semangat bekerja. "Cuma itu modalnya, dan Tuhan adil tidak membeda-bedakan orang, cuma yang berbeda itu hanya pengetahuan, kemauan yang keras dan semangat, itu saja, jadi kenapa ada orang kaya dan tidak," katanya. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP