Jejak militer di Balaikota Jakarta

Reporter : Ramadhian Fadillah | Rabu, 11 Juli 2012 07:01




Jejak militer di Balaikota Jakarta
balaikota. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kepemimpinan di DKI Jakarta, lekat dengan figur militer. Baik sebagai wali kota, gubernur, atau wakil gubernur. Fauzi Bowo berasal dari birokrat karir sipil, tapi wakilnya yang mengundurkan diri berasal dari militer.

Prijanto, merupakan jenderal TNI AD berpangkat mayor jenderal. Sebelumnya, Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso. Bang Yos, panggilan akrabnya adalah mantan Panglima Kodam Jaya. Sutioyoso mundur dengan pangkat Mayor Jenderal. Ketika itu Fauzi Bowo mendampingi Sutiyoso sebagai wakil gubernur.

Setelah kemerdekaan, Jakarta belum menjadi sebuah provinsi. Ketika itu Suwiryo menjadi walikota pertama DKI Jakarta. Dia menjabat tahun 1945-1947. Suwiryo bukanlah militer, dia aktivis pergerakan dengan latar belakang Jong Java dan kemudian Partai Nasional Indonesia (PNI).

Suwiryo digantikan Letkol Daan Jahja yang menjabat 1948-1950. Selain gubernur militer Jakarta, Daan Jahja juga menjabat Panglima Divisi Siliwangi. Istilah wali kota diganti menjadi gubernur militer, karena saat itu sebenarnya Belanda-lah yang menguasai Jakarta berkat Agresi Militer ke II. Pemerintahan dan ibukota Republik Indonesia berpindah ke Yogyakarta. RI hanya menguasai wilayah pegunungan dan pinggir-pinggir Kota Jakarta dan Jawa Barat.

Setelah Belanda pergi, Presiden Soekarno kembali mengangkat Suwiro menjadi walikota Jakarta Raya tahun 1950-1951. Suwiryo digantikan Sjamsurijal (1951-1953). Sjamsurizal adalah politikus Masjumi.

Walikota selanjutnya adalah Sudiro (1953-1960). Sudiro memecah wilayah Jakarta menjadi tiga bagian yaitu Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Sudiro digantikan Brigjen Soemarno Sosroatmodjo. Soemarmo menjabat tahun (1960-1964). Dia digantikan Henk Ngatung (1964-1965), yang lebih terkenal sebagai pelukis dan seniman, walau pernah mendapat pendidikan militer. Kepemimpinan Henk berakhir tragis. Dia dipenjara tanpa pengadilan. Henk dianggap dekat dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), yang merupakan organisasi binaan Partai Komunis Indonesia. Henk turun dan Soemarmo Sostroatmodjo kembali menjabat dari tahun 1965-1966.

Gubernur selanjutnya adalah Ali Sadikin (1966-1977). Sepanjang sejarah Jakarta, mungkin Ali Sadikin adalah gubernur DKI Jakarta yang paling populer. Bang Ali adalah seorang Mayor Jenderal Korps Komando Operasi (KKO). Dia dikenal karena tindakannya yang berani dan penuh terobosan, walau kadang kontroversial.

Memasuki Orde Baru, seluruh Gubernur DKI Jakarta adalah jenderal aktif TNI. Letjen Tjokropranolo menjabat dari tahun 1977-1982. Nama panggilannya adalah Bang Nolly. Nolly dikenal sebagai ajudan Jenderal Soedirman yang bergerilya saat Agresi Militer Belanda II.

Bang Nolly digantikan Soeprapto yang menjabat tahun 1982-1987. Soeprapto adalah seorang jenderal berbintang dua. Mayor Jenderal ini pernah menjabat Pangdam Udayana dan Asrenum Hankam.

Selanjutnya adalah Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto. Atau dikenal dengan Bang Wi yang menjabat tahun 1987-1992. Bang Wi adalah salah satu pelaku serangan umum 1 Maret dan pernah menjadi Panglima Kostrad.

Jenderal Soerjadi Soedirdja (1992-1997) yang menggantikan Wiyogo, adalah mantan Pangdam Jaya dan asisten sospol ABRI.

Selanjutnya adalah Sutiyoso. Sutiyoso merupakan gubernur dua orde. Orde Lama dan Reformasi. Gebrakannya adalah membangun jalur busway di Jakarta. Sutiyoso alias Bang Yos memimpin sejak 1997 hingga 2007. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta secara langsung digelar dengan calon Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun. Fauzi Bowo memenangkan pertarungan ini.

Kini figur militer kembali hadir dalam Pilgub DKI Jakarta. Letjen Nono Sampono, Mayjen Hendardji Soepandji , dan Mayjen Nachrowi Ramli . Akankah ketiganya melengkapi sejarah militer di balaikota?

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Pilgub DKI

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Koalisi Prabowo: SBY buat Perppu Pilkada karena terdesak
  • SBY setuju pelantikan 7 anggota DPR bermasalah ditunda
  • Dari Malaysia hingga Rusia ingin belajar membatik ke Indonesia
  • Pemerintah sebut penerbitan Perppu Pilkada genting
  • Ucapkan talak, Daus Mini resmi menduda
  • Dewi Perssik dipolisikan, keluarga tak khawatir
  • Pendudukan kantor PPP, polisi dalami kepemilikan gedung
  • Koalisi Prabowo pede menang lagi jika Perppu Pilkada dibahas DPR
  • Mendagri: SBY terbitkan Perppu Pilkada sebelum 20 Oktober
  • Tiga tentara Israel bunuh diri
  • SHOW MORE