Jadi dokter di NTT, Endang dibayar telur
Merdeka.com - Segudang pengalaman dirasakan Endang Rahayu Sedyaningsih sebelum ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan. Endang sempat bertugas di Puskesmas Waeparedi, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT pada tahun 1980 hingga 1983.
Pengalaman tugas di sana tak terlupakan karena saat itu, Endang merupakan pengantin baru. Sang suami, Renny juga bertugas di NTT menjabat sebagai kepala Puskesmas, Kecamatan Bola.
Setelah 27 tahun, Endang akhirnya memiliki kesempatan untuk kembali datang ke puskesmas tersebut pada 29 November 2009. Endang pun tampak terkejut ketika melihat bangunan puskesmas yang sudah jauh berubah.
"Wah, kalau 27 tahun lalu, merawat orang sakit gigi di sini tidak ada kursinya. Orang hanya dirawat di bawah lalu kepalanya disandarkan ke lemari," kata Endang kala itu.
Endang pun sempat mengisahkan bagaimana sulitnya memperoleh air bersih dan pasokan listrik di puskesmas itu. Bahkan jika ada yang berobat kata Endang, sangat jarang ada yang membayar dengan uang.
"Kalau ada yang berobat tidak bayar pakai uang tapi pakai ikan, telur, ayam. Alhamdulillah tidak kekurangan makanan," ungkap Endang sambil tersenyum.
Kisah Endang itu kini bisa menjadi teladan bagi para dokter agar tak putus saat bertugas di daerah terpencil. Endang membuktikan dari kepala puskesmas sampai dipercaya menjadi menteri kesehatan.
Menteri Endang tak kuasa melawan penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya sejak bulan Oktober 2010. Endang tutup usia di RSCM sekitar pukul 11.41 WIB tadi. Selamat jalan Ibu Endang. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya