Istri Febry juga divonis bebas dalam kasus Raafi

Reporter : Arbi Sumandoyo | Selasa, 14 Agustus 2012 16:28




Istri Febry juga divonis bebas dalam kasus Raafi
Sidang Febry. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tiga terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap Raafi Aga Winasya Benjamin, siswa Pangudi Luhur yang tewas di Shy Rooftop, Kemang 5 November silam, divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketiga terdakwa tersebut yaitu, Violetta Caecilia Maria Constanza alias Connie yang juga menjadi istri Sher Muhammad Febry Awan beserta kedua temannya Helmi dan juga Fajar Eddy Putra. Sementara tiga lainnya dinyatakan terbukti bersalah dan harus menjalani hukuman penjara.

"Menyatakan, terdakwa Helmi, terdakwa Fajar Eddy Putra, dan terdakwa Violetta Caecilia Maria Constanza alias Connie tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana disebutkan dalam dakwaan. Karena itu, ketiga terdakwa dinyatakan bebas," kata Ketua Majelis Hakim Pranoto saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/8)

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menilai ketiga terdakwa tidak terbukti melakukan penganiayaan sebagaimana disebutkan dalam dakwaan pertama ke-1 dan ke-2 serta dakwaan kedua ke-1 dan ke-2. Hakim menilai ketiganya tidak terlibat dalam aksi dorong-mendorong dengan siswa SMA Panggudi Luhur di lantai dansa Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 November 2011.

Dalam peristiwa itu, Raafi Aga Winasya Benjamin, siswa Panggudi Luhur, tewas dengan luka tusuk. Sementara itu, dua rekannya ikut mengalami penganiayaan, masing-masing Gyan Yoshua Valderama yang mengalami luka sabetan dan Mohammad Kamal Hafiz yang mengalami lebam di dada dan pinggang.

Yang dinyatakan terbukti bersalah adalah tiga terdakwa lainnya, yaitu Maratoga alias Toga, Ali Abel bin Hasan Basalamah, dan Robbie Syarif. Mereka dianggap terlibat dalam aksi dorong mendorong yang mengakibatkan cederanya dua siswa Panggudi Luhur, Gyan dan Kamal.

"Menyatakan, terdakwa Maratoga alias Toga, terdakwa Ali Abel bin Hasal Basalamah, dan Robbie Syarief alias Obi, telah terpenuhi unsur sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan penganiayaan terhadap orang lain," terang Pranoto.

Atas dasar itu, majelis hakim memutuskan, ketiganya harus diganjar hukuman kurungan. Terdakwa Maratoga diganjar dengan hukuman 9 bulan penjara, Ali Abel divonis 8 bulan 20 hari penjara, sedangkan Robby divonis 10 bulan penjara.

Dalam pertimbangannya, Ketiganya dinyatakan bebas dari dakwaan pertama ke-1 dan ke-2 serta dakwaan kedua ke-1. Namun, ketiga terdakwa tidak bisa lolos dari dakwaan kedua. Ke-2, Pasal 351 ayat (1) kedua tentang penganiayaan secara bersama-sama di muka umum kepada orang lain.

[ian]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • 33 Helm merah ada di lokasi pengumuman menteri Jokowi
  • Samad: Jokowi jangan lantik menteri di daftar merah & kuning KPK
  • Marquez sukses bawa MotoGP ke sirkuit Sentul Indonesia
  • ABG Penderita Epilepsi di Riau diperkosa Pamannya berulang kali
  • Ini kronologi 2 Sukhoi TNI AU sergap pesawat Australia di Manado
  • BRI jajaki peluang buka cabang di Papua Nugini dan Timor Leste
  • Perhatikan 6 hal ini saat membersihkan lensa kontak
  • Samad sebut kabinet Jokowi kotor jika abaikan saran KPK
  • Setelah beberapa saat down, akhirnya Gmail bisa diakses
  • Ayumi Hamasaki dulunya anak aneh yang suka menyendiri
  • SHOW MORE