Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Irshad Manji: Media takut memberitakan konflik antaragama

Irshad Manji: Media takut memberitakan konflik antaragama Irshad Manji saat menjadi pembicara diskusi di AJI Jakarta. merdeka.com/baiquni

Merdeka.com - Isu-isu terkait agama, selama ini dinilai tidak begitu mendapat tempat di media. Bahkan, media cenderung abai terhadap konflik antaragama yang terjadi. Hal ini menjadi bahan perbincangan dalam diskusi buku berjudul 'Allah, Liberty and Love', yang merupakan karya terbaru dari penulis yang juga jurnalis asal Kanada, Irshad Manji.

"Jurnalisme agama cenderung tidak berani memberitakan isu-isu yang sensitif. Bahkan, media cenderung menghindari adanya pemberitaan yang memicu kontroversial," ujar Irshad Manji dalam diskusi di kantor AJI, Jl Kalibata Timur IV G Nomor 10, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5).

Irshad pun menambahkan, kebenaran tidak akan pernah muncul apabila tidak melalui hal yang bersifat kontroversial. "Justru dari hal yang kontroversial itulah, kebenaran akan muncul," tegas Irshad.

Selanjutnya, Irshad menghimbau agar media di Indonesia memberikan ruang yang lebih lebar bagi isu agama. "Tentunya dengan pemberitaan yang berani menyentuh inti persoalannya. Tidak hanya di permukaan saja," saran Irshad.

Diskusi ini terselenggara dengan pengawalan ketat kepolisian. Sekitar 50 orang personel kepolisian dari satuan Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pancoran dikerahkan untuk mengamankan acara ini. Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan melibatkan 50 personel dari Banser. Pengamanan ini disiapkan terkait adanya isu pembubaran diskusi oleh FPI. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP