Merdeka.com tersedia di Google Play


Ini kasus Pilkada Lebak yang seret suami Airin Rachmi Diany

Reporter : Mohamad Taufik | Kamis, 3 Oktober 2013 16:40


Ini kasus Pilkada Lebak yang seret suami Airin Rachmi Diany
Gedung Mahkamah Konstitusi. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Selain terlibat perkara suap dalam kasus sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar juga terlibat dalam kasus suap sengketa Pilkada Lebak, Banten. Dalam kasus suap sengketa Pilkada Lebak, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap dua orang.

Dua orang itu adalah TCW alias CW, seorang pengusaha di Jakarta yang ditangkap di Jalan Denpasar, Jakarta. Inisial TCW merujuk pada Tubagus Chaeri Wardana yang merupakan suami Airin Rachmi Diany, wali kota Tangerang Selatan.

Tubagus Chaeri Wardana juga merupakan adik dari Ratu Atut Chosiyah. Sementara inisial S masih gelap. Keterangan KPK sementara menyebut S ini seorang perempuan yang ditangkap di daerah Lebak. "Sampai kini semuanya masih menjalani pemeriksaan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Kamis (3/10).

Pilkada Kabupaten Lebak memang sempat memanas. Salah satu pasangan calon, yakni pasangan Amir Hamzah-Kasmin (HAK), menggugat keputusan KPU ke MK terkait hasil pilkada yang dimenangkan pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi (IDE). MK mengabulkan gugatan, dan memerintahkan KPU menggelar Pilkada Lebak diulang di seluruh TPS.

Selain itu, MK juga membatalkan keputusan KPU Nomor 40/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara, serta membatalkan keputusan KPU Nomor 41/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilkada Lebak 2013-2018.

Kemenangan pasangan IDE pada pilkada itu karena MK menganggap telah terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam pelaksanaan Pilkada Lebak pada 31 Agustus 2013. Objek materi kecurangan yang diajukan pemohon pasangan HAK juga mencapai 72 item.

Sebelum sengketa Pilkada Lebak masuk ke meja MK, KPU setempat resmi menetapkan pasangan Iti Oktavia-Ade Sumardi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak periode 2013-1018. Iti merupakan anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Penetapan itu ditentukan dalam rapat pleno KPU pada 8 September 2013.

Pasangan Iti ini mengalahkan dua calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah-Kasmin dan pasangan Pepep Faisaludin-Aang Rasidi. Iti Oktavia (anggota DPR dari Partai Demokrat)-Ade Sumardi (Ketua DPC PDIP Lebak), diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindara, PPP, PKS, PPNU. Keduanya meraih suara terbanyak yaitu 407.156 suara (62,37 persen).

Sedangkan suara Amir Hamzah (Wakil Bupati Lebak saat ini atau calon incumbent)-Kasmin, yang didukung Partai Golkar meraih 226.440 suara (34,69 persen). Terakhir pasangan Pepep Faisaludin - Aang Rasidi, yang maju dari perseorangan meraih suara sebanyak 19.163 (2,94 persen).

[mtf]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Akil Ditangkap, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Akil Ditangkap.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Nama Jusuf Kalla selalu teratas sebagai wapres Jokowi
  • Konsei Matsuri, festival menunggang penis di Jepang
  • SBY khawatir akuisisi BTN ganggu pemerintahan baru
  • Drop, Olga Syahputra kembali masuk rumah sakit
  • Ahok akan pecat camat lurah yang tak becus kerja
  • Romi: Tadi SDA sudah mengaku salah
  • MUI bakal punya banyak saingan untuk beri label halal
  • Khloe Kardashian hamil anak French Montana?
  • Suap hakim, mantan Sekda Kota Bandung divonis 8 tahun penjara
  • Mendagri bantah terlibat dalam proyek e-KTP
  • SHOW MORE