Identitas mayat perempuan di Unesa masih misterius
Merdeka.com - Meski sudah dilakukan otopsi, mayat perempuan yang ditemukan di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pagi tadi belum bisa diidentifikasi. Mayat tanpa identitas itu sudah divisum di Kamar Mayat RS Bhayangkara, Polda Jawa Timur.
"Hingga sore ini, kami belum mengetahui identitas korban. Kita tunggu saja hasil visum tim dari RS Bhayangkara," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto kepada wartawan, Sabtu (28/4).
Bahkan, polisi juga belum berani memastikan ciri-ciri korban secara spesifik, sebab kondisi tubuh korban hampir membusuk dan mudah rapuh.
"Yang jelas, korban mengenakan bando, tinggi badan sekitar 155 cm, mengenakan celana warna biru, berkulit kuning langsat. Untuk pastinya, kita tunggu hasil otopsi," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman.
Selain itu, ketika ditanya keterkaitan antara peristiwa pembunuhan Ayu Cahyawati (21), warga Purwodadi II/18, Surabaya yang juga ditemukan di komplek Kampus Unesa, polisi memastikan tidak ada kaitannya. Penemuan mayat wanita itu berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan jazad Ayu.
"Kasus keduanya tidak ada kaitannya, hanya saja, kebetulan sama-sama ditemukan di lokasi yang sama," tegas Tri Maryanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah polisi berhasil membekuk pelaku pembunuhan Ayu Cahyawati, polisi kembali disibukkan dengan penemuan mayat perempuan dalam kondisi telanjang di semak-semak di area Kampus Unesa, Sabtu pagi tadi.
Kondisi mayat perempuan tersebut hampir membusuk. Bahkan, bagian wajah, tepatnya di sekitar mulut sudah menjadi tengkorak dan rapuh. "Pada mulut korban ditemukan celana dalam, yang diduga digunakan pelaku untuk menyumpal mulut korban," kata seorang penyidik yang diminta menjelaskan kondisi korban oleh Farman. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya