Ibunda: Briptu Rani dimusuhi atasan karena penampilan

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Sabtu, 25 Mei 2013 16:56




Ibunda: Briptu Rani dimusuhi atasan karena penampilan
Briptu Rani. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Selain mengalami pelecehan seksual dan upaya eksploitasi oleh atasannya, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni juga kerap mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan di tempatnya bekerja, Polres Mojokerto, Jawa Timur.

Perempuan 25 tahun itu sering dimusuhi oleh atasannya di lingkungan Mapolres Mojokerto. Atasan Rani itu perempuan berinisial LI berpangkat AKP.

"Jadi memang atasan anak saya itu sering diperlakukan tidak enak oleh LI," ucap ibunda Rani, Raya Situmeang, kepada merdeka.com, di kediamannya bilangan Pasanggrahan, Ujung Berung, Bandung, Sabtu (25/5).

Entah apa maksud dari perilaku LI, namun diakui Raya, bahwa Rani kerap menjadi omongan lantaran penampilannya. Menurutnya, Rani selalu berupaya tampil serapi mungkin.

"Mungkin karena persaingan penampilan. Masak atasannya pernah bilang 'dasar lo so cantik. Ga perlu banyak penampilan. Dasar kamu tukang morotin lagi'," terangnya.

Namun dia menepis keseharian Rani yang glamor. "Ga sama sekali, kita lahir dari keluarga sederhana, motor aja kita kredit di Bandung untuk dipakai Rani dinas," paparnya.

Raya menyayangkan ulah Kapolres Mojokerto dan LI yang memperlakukan anak buah seenaknya. Padahal perempuan kelahiran Bogor itu ingin bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

"Anak saya kabur karena sudah tidak nyaman," ujarnya.

Itu juga sekaligus menepis bahwa Rani membawa kabur sejumlah uang. "Tidak benar itu. Sekarang anak saya depresi berat dan belum bisa melakukan aktivitas normal," tandasnya.

Polda Jatim memberikan tanggapan tentang berbagai informasi penyebab kaburnya Briptu Rani. "Kami melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut. Termasuk ungkapan adanya pelecehan seksual, penggelapan uang dan sebagainya. Kami masih dilakukan pencarian keterangan serta bukti-bukti masalah tersebut," tandas Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo.

Polda Jawa Timur menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. "Tim dari Propam Polda Jatim sudah kita turunkan ke Mojokerto untuk melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Tim khusus Polda Jatim itu sudah diberangkatkan ke sana sejak pagi tadi (Rabu, 22/5)," ungkap AKBP Suhartoyo.

Dijelaskan Suhartoyo, di Mojokerto, tim Propam Polda Jawa Timur itu melakukan sejumlah pengumpulan data dan informasi. "Termasuk menggali informasi dari internal Polres Mojokerto, maupun dari pihak-pihak lain yang terlibat."

Seperti diberitakan, pasca vonis hukuman khusus selama 21 hari dalam sidang kode etik di Polres Mojokerto pada 16 Januari lalu, karena desersi (tidak masuk tanpa izin), Briptu Rani tiba-tiba menghilang. Sampai akhirnya pada 25 April, pihak kepolisian menetapkan ibu satu anak itu sebagai DPO alias buron. Kemudian pada tanggal 15 Mei, Briptu Rani mendatangi Mabes Polri untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dari kesatuan.

Selanjutnya, berbagai informasi miring seputar kehidupan polwan cantik itu terus berkembang hingga akhirnya pihak keluarga buka suara.

[ren]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Tim Jokowi-JK tak ada persiapan khusus hadapi gugatan Prabowo
  • Pejabat Israel: Netanyahu bodohi publik soal jumlah korban tewas
  • Sambangi rumah Ical, Prabowo laris diminta foto bareng
  • Incar sextuple, Carvajal minta Madrid sabet Piala Super
  • Jenguk Budi Mulya di rutan KPK, Nadya bawa opor ayam
  • Baju kotak-kotak sampai topi adat Papua ramaikan open house SBY
  • Lebaran pertama di rutan KPK, Wawan dijenguk Airin
  • Akankah phablet kandaskan era smartphone dan tablet?
  • Sebut sahabat, Hatta Rajasa akan silaturahmi ke Jokowi
  • Dai Sulai asal Medan menangkan kontes Dai Muda Indonesia 2014
  • SHOW MORE