Ibas Dukung UMKM Dapat Akses Permodalan Aman
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mengatakan, pihaknya berupaya menjawab kebutuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sekaligus memastikan tingkat kemanfaatan yang akan diterima secara langsung dan berkelanjutan
Dia mengungkapkan, sebanyak 60 juta orang di tanah air merupakan pelaku UMKM dengan jumlah modal 1 hingga 50 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 80 persen UMKM belum memiliki akses lembaga keuangan formal, dan di antaranya masih banyak juga UMKM yang belum tergabung dalam organisasi dan kemitraan. Akses keuangan formal yang belum banyak dikenal UMKM membuat para pinjol, rentenir, hingga para peminjam ilegal beraksi menawarkan solusi instan pada urusan permodalan.
“Miris kita mendengar masih banyak UMKM atau masyarakat kecil kita dikejar kejar para peminjam online (pinjol), rentenir, dan para peminjam ilegal yang sampai sampai melibatkan debt collector. Apalagi di saat seperti sekarang ini, di masa pandemi yang masih menyisakan ketidakpastian membuat usaha mereka pun sulit berkembang karena daya beli lesu dan adanya pembatasan sosial. Alhasil, pendapatan mereka menurun dan utang melilit di depan mata; bahkan ekstremnya sampai bangkrut. Nauzubilahminzalik. Semoga tidak ada yang terjadi di Pacitan ini ya, Alahuma Amin,” katanya dalam Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di Hotel Permata, Pacitan, Jumat (4/6).
Dari jaring aspirasi yang sudah dilaksanakan sejauh ini, Ibas mengungkapkan ada tiga tantangan yang kerap disampaikan langsung oleh para pelaku UMKM, yakni akses pembiayaan, akses pemasaran yang terbatas, dan tantangan adopsi teknologi yang minim.
“Untuk akses pembiayaan, UMKM perlu kepastian akses pembiayaan sebagai bagian dari inklusi keuangan, selain tentunya KUR yang sejak era Bapak SBY telah ada dan terus ditingkatkan. Kemudian, untuk akses pemasaran yang terbatas, UMKM perlu perluasan akses pasar, termasuk keterlibatan dalam organisasi dan kemitraan usaha. Terakhir, soal pemanfaatan atau adopsi teknologi yang minim, UMKM memerlukan akses dan pelatihan untuk penguatan SDM usaha,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, keinginan dan komitmennya dalam memajukan para pelaku UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional. Ibas memastikan akan terus memberikan dukungan secara penuh termasuk dengan Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten.
“Mereka, baik ultra, mikro, dan kecil harus terus dibantu; dibantu pembiayaannya; dibantu permodalannya; dan dibantu investasinya. Dengan konsep Maju Bersama, usaha ultra, mikro, dan kecil naik kelas!” tegasnya
Setelah program sosialisasi selesai dilaksanakan, Ibas berharap agar materi yang disampaikan dapat memberikan pemahaman terkait literasi keuangan agar pelaku UMKM dapat lebih mengerti tentang akses pengelolaan kredit usaha yang cepat (akses tanpa syarat yang ruwet), mudah (birokrasinya satu pintu tanpa pungli), murah (bunganya ringan), dan aman; dapat memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi (bisnis online, pemasaran online), inovatif, dan kreatif dalam menciptakan produk yang lebih berkualitas; juga dapat terlibat dalam organisasi dan bermitra usaha yang kemudian dapat memberikan peningkatan pendapatan usaha.
Menutup sambutannya, Ibas mengingatkan agar para pelaku UMKM dapat benar-benar memahami semua materi yang disampaikan. Ke depannya, bila usaha yang dijalankan telah sukses, para pelaku UMKM, dapat membedakan mana modal usaha untuk melanjutkan usaha dan mana hasil keuntungan yang bisa digunakan secara baik dan tepat.
“Jangan terlalu konsumtif yang akhirnya mengganggu pembukuan atau keuangan usaha,” tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya