Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hujan abu Merapi disertai bau belerang menyengat

Hujan abu Merapi disertai bau belerang menyengat Hujan abu Merapi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Selain mengeluarkan bunyi suara keras sebanyak tiga kali, guguran kubah lava yang dibarengi dengan berhembusnya asap sulfatara di kawasan puncak Merapi mengakibatkan bau menyengat belerang terjadi disekitar Pos Pemantauan Merapi Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng yang jaraknya sekitar 4,4 kilometer dari puncak Merapi.

Sebelum bau tak sedap belerang menyebar, guguran kubah lava yang tercatat di pos pemantauan Merapi Babadan terjadi sebanyak tiga kali. Fakta itu disampaikan Ismail, petugas Pos Pemantauan Merapi saat ditemui merdeka.com Minggu (15/7) di Pos Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng.

"Berdasarkan pantauan kami di pos pengamatan Merapi ini, terjadi sebanyak tiga kali guguran. Guguran pertama terjadi sekitar pukul 18.02 WIB, guguran kedua sekitar pukul 18.04 WIB dan guguran ketiga terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Ketiga guguran mengeluarkan suara gemuruh. Yang paling keras guguran ketiga sehingga beberapa warga mendatangi pos pemantauan menanyakan apa yang terjadi di kawasan puncak Merapi," ungkap Ismail.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan bahwa suara gemuruh keras sebanyak tiga kali itu adalah akibat guguran kubah lava beberapa warga langsung kembali ke rumah mereka. Namun, Ismail juga berpesan kepada warga supaya dalam kondisi tenang dan tidak resah. Pasalnya, sampai saat ini status gunung teraktif didunia ini masih dalam status aktif normal.

Bau menyengat belerang menandakan bahwa terjadi hembusan asap sulfatara seperti yang disampaikan oleh pos pengamatan Merapi di Pos Balerante, Klaten, Jateng dengan ketinggian hembusan sekitar 500 meter.

Dari pantauan merdeka.com di lapangan, hujan abu mengakibatkan kondisi jalan berdebu. Selain itu, di kawasan Merapi khususnya sekitar Pos Pemantuan Merapi Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang jarak pandang pengguna jalan hanya berjarak pandang lima meter. Beberapa bagian jalan berdebu dengan ketebalan abu vulkanik yang jatuh setebal sekitar dua

milimeter.

Sekitar pukul 22.30 WIB hujan abu yang terjadi lambat laun mereda. Namun, ratusan warga disekitar puncak lereng Merapi khususnya kaum pria masih melakukan penjagaan disekitar kampung mereka. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP