Hindari polisi, mucikari kelas kakap hidup nomaden
Merdeka.com - Modus bisnis prostitusi yang dijalankan Yunita alias Keyko (27) tergolong rapi. Meski bisnis haramnya itu sudah dikenal banyak kalangan, termasuk para pejabat ibu kota, petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya cukup kesulitan membongkar kejahatan ibu dua anak tersebut.
Dalam menjalankan bisnis haramnya ini, Keyko dibantu mucikari-mucikari lain yang tersebar di seantero nusantara. Rata-rata dari mereka tergolong orang rumahan, termasuk 'ayam' atau wanita panggilan yang disediakan. 'Ayam-ayam' itu, rata-rata berprofesi sebagai model, sales promotion girl (SPG), mahasiswi, pekerja kantoran dan anak-anak orang kaya.
Wajar, jika user atau pelanggan Keyko dari kalangan orang-orang berkelas, salah satunya golongan pejabat.
"Makanya tarif yang dibandrol Keyko cukup mahal. Mulai cewek seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta," kata seorang penyidik di Polrestabes Surabaya, Selasa (11/9).
Sementara untuk menangkap Keyko, petugas juga harus bekerja keras. Sebab, perempuan berkulit kuning langsat ini, memiliki tempat tinggal yang cukup banyak. "Tempat tinggalnya berpindah-pindah," kata si penyidik.
Dari data kepolisian, Keyko memiliki tempat tinggal di Jalan Letda Ngurah Putra, Denpasar Timur, Jalan Semanggi, Jalan Merak dan Darmo Husada, Surabaya, Glegor Carik, Denpasar Selatan, Kabandung, Sukabumi, serta beberapa tempat lain.
"Butuh empat hari untuk menangkap tersangka ini. Dan kami berhasil menangkapnya di Bali," ujar Pjs Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu M Solikin Feri.
Selanjutnya, polisi juga berhasil membekuk mucikari lain, yang menjadi kaki tangan Keyko diantaranya Nugroho Tjahjono Budiono alias Dion (36), asal Semarang, Lanny alias Nonik (27), pemilik Apartemen Metropolis, Surabaya dan pembantu Lanny, Gloria alias Nonik palsu (27) asal Boyolali, Jawa Tengah.
"Setelah dilakukan pengembangan atas ketiga tersangka sebelumnya, kami berhasil menangkap Lanny di kamar apartemen tempat dia tinggal," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman.
Farman menegaskan, kalau pihaknya belum berhenti membongkar sindikat Keyko yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. "Kami akan berupaya untuk menangkap semua jaringan Keyko," tegasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya