Hercules dan kisah si Gantang preman Batavia

Reporter : Mardani | Senin, 11 Maret 2013 11:26




Hercules dan kisah si Gantang preman Batavia
Hercules. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Berita penangkapan Hercules dan 44 anak buahnya beberapa hari belakangan ramai menjadi pemberitaan media Tanah Air. Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu ditangkap anggota Resmob Polda Metro Jaya, karena dianggap meresahkan warga. Mereka diduga melakukan pemerasan di Komplek KJI Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Tak tanggung-tanggung, polisi memborgol Hercules dan anak buahnya kemudian digelandang ke Mapolda Metro Jaya. Anak buah Hercules kemudian dipindahkan penahanannya ke empat Polres yang ada di Jakarta.

Nama Hercules sudah tak lagi asing di telinga warga Jakarta. Pria yang pernah menerima lencana Bintang Seroja dari Pemerintah RI saat era Orde Baru ini dikenal sebagai penguasa Tanah Abang.

Saat itu, aksi premanisme masih merajalela. Dengan nyali yang dimilikinya, Hercules sukses menjadi penguasa yang sosoknya ditakuti di wilayah itu.

Sebagai ibu kota negara, Jakarta memang magnet bagi tiap individu untuk mengadu nasib. Tak hanya sebagai kota untuk mencari pekerjaan di sektor formal, Jakarta juga menjadi tujuan para preman untuk saling mengadu nyali dan berebut kekuasaan.

Premanisme di Jakarta tak lahir pasca-Indonesia merdeka. Jauh sebelum Indonesia lepas dari kolonialisme, Jakarta sudah memiliki cerita sendiri soal premanisme.

Saat masih bernama Batavia, Jakarta dipenuhi banyak jawara. Banyak dari para jawara saat itu bertindak sebagai preman dan melakukan kejahatan. Sebut saja salah satu di antaranya si Gantang.

Dalam buku 'Figures of Criminality in Indonesia, the Philippines, and Colonial Vietnam' karya Rudolf Mrazek disebutkan, si Gantang kabur dari penjara Belanda yang telah dihuninya selama enam tahun. Padahal dia tengah menunggu eksekusi mati yang telah divoniskan kepadanya.

Bersama komplotannya, si Gantang memeras, merampok dan mencuri siapa saja yang dikehendakinya, mulai dari petani pribumi hingga orang-orang kaya Tionghoa dan Eropa. Para tuan tanah yang resah atas ulah Gantang dan komplotannya hanya punya satu pilihan, yaitu memberikan setoran atau dirampok.

Si Gantang semakin tenar di dunia kriminal karena banyak preman atau penjahat yang mengatasnamakan dirinya untuk melakukan kejahatan. Maklum saja saat itu nama Gantang begitu ditakuti.

Tak berbeda dengan anak buah Hercules yang meminta uang keamanan kepada pihak-pihak tertentu, si Gantang dan anak buahnya juga menarik pajak dalam bentuk uang atau hewan ternak dari penduduk di wilayah kekuasaannya.

Si Gantang akhirnya berhasil ditangkap di sebuah desa di dekat Kendal, Jawa Tengah, setelah polisi Belanda berusaha keras melakukan pencarian. Setelah dibawa ke Batavia, si Gantang tidak dihukum mati seperti putusan pengadilan sebelumnya. Si Gantang justru dijadikan buruh narapidana.

Baca juga:
Hercules, dari Tanah Abang, Cengkareng, kini di Kebon Jeruk
5 Kejahatan ini yang bikin Hercules & anak buah dibekuk polisi
Penahanan anak buah Hercules disebar ke 4 polres di Jakarta
Hercules peras pengusaha dengan dalih uang keamanan

[dan]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Resmi setuju pilkada langsung, ini 10 poin penguatan Demokrat
  • 500 Naskah kuno Indonesia berada di British Library Inggris
  • Mengintip kecoak-kecoak penuh gaya di Cockroach Hall of Fame
  • Tulis warganya banyak jadi ISIS, Erdogan damprat New York Times
  • Ikuti sikap Ahok, SMA 70 masih bersikeras keluarkan 13 siswanya
  • Dahlan Iskan: Soal Merpati buntu, tak ada jalan keluar
  • Menteri ESDM harus profesional berpartai
  • Ada monopoli media tv, Kemenkominfo dan KPI digugat ke PN Jakpus
  • Kasus suap Kajari Lombok Tengah, KPK periksa 2 hakim
  • Gerindra: Kami selalu dikibulin sama Jokowi
  • SHOW MORE