Heboh harta karun di Semarang, pemerintah kirim peneliti

Reporter : Parwito | Rabu, 4 April 2012 16:12




Heboh harta karun di Semarang, pemerintah kirim peneliti
Koin kuno di Semarang. merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Badan Pelestarian Peninggalan Sejarah (BP3) Jawa Tengah setelah mendapat laporan langsung mengirimkan tim untuk melakukan penelitian temuan harta karun oleh warga sekitar Rowo Pening, tepatnya di Dusun Sejambu dan Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

"Setelah mendapatkan laporan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat secara resmi melalui surat, kami mengirimkan tim untuk memastikan apakah penemuan benda-benda yang diduga sebagai benda bersejarah itu ke kawasan Tuntang Rowo Pening," kata Kepala Seksi Pelestarian BP3 Jateng saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/4).

Gutomo menjelaskan, dua orang peneliti dikirim ke Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang untuk melakukan penelitian terhadap temuan-temuan harta karun oleh warga sekitar Kawasan Rowo Pening.

"Ada dua orang yang kami kirimkan kesana. Salah satunya Pak Gunawan yang biasa melakukan penelitian di beberapa candi-candi di wilayah Jateng," ungkap Gutomo.

Kedua petugas BP3 Jateng ini akan melakukan penelitian untuk memastikan apakah benda-benda itu termasuk peninggalan sejarah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Hernowo Sujendro menyatakan setelah mendapatkan laporan warga pihaknya langsung memberitahukan penemuan itu secara resmi ke BP3 Jateng.

"Kami mendapatkan laporan apalagi benda-benda yang ditemukan adalah benda langka dan untuk memastikan apakah benda itu termasuk cagar budaya kami hari ini bersama BP3 Jateng melakukan penelitian. Apakah betul kalau benda itu merupakan benda termasuk cagar budaya," ungkap Sujendro.

Sujendro belum berani memastikan terkait temuan warga berupa arca, batu bata emas, yoni dan lainnya. Namun, terkait temuan ribuan koin oleh warga Sujendro, koin itu merupakan koin yang sangat langka dan tergolong koin sejarah.

"Kalau melihat temuan koinnya saya yakin kalau itu peninggalan sejarah. Sebab ada beberapa koin yang tertulis tahun 1790 dan tahun 1800-an. Tetapi untuk batu bata yang ukuranya tidak seperti biasanya dan arca serta yoni kami tunggu bagaimana nanti hasil penelitian dari BP3 Jateng," ujar Sujendro.

Terkait puluhan arca yang telah keluar daerah dan sebagian dikubur oleh warga, Sujendro menyatakan tindakan penguburan kembali puluhan arca adalah tindakan positif. Sebab, tindakan itu bagian dari upaya warga untuk menyelamatkan aksi pencurian arca pada tahun-tahun sebelumnya.

"Dari nama dusunnya kami sudah tahu Ngreco berarti kawasan pembuat reco dalam bahasa indonesia berati patung. Memang secara sejarah, cerita sejarah dusun di kawasan itu pada zaman dahulu nenek moyangnya menggunakan tempat dan dusun itu sebagai pembuatan arca," tegas Sujendro.

[has]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Suku Anak Dalam tuntut dana Rp 1,6 M dari PT Asiatic Persada
  • Agung: Pernyataan Muhaimin cambuk bagi kami
  • PDIP sebut pertemuan Jokowi-Hatta sinyal positif kerjasama
  • Lestarikan seni dan budaya, IPB gelar kontes ayam ketawa
  • Hanura sebut pertemuan Jokowi dan Hatta tanda rekonsiliasi
  • Agung Laksono siap jika Munas Golkar digelar 2015
  • Tim Transisi Jokowi akan temui Boediono bahas kenaikan BBM
  • Syarief Hasan sebut Koalisi Merah Putih bagian Demokrat
  • Tantowi: Hatta ketemu Jokowi karena mau ke luar negeri sebulan
  • SBY curhat awal mula tergoda buat akun Twitter dan Facebook
  • SHOW MORE