Harimau pemangsa manusia tewas di pesawat Garuda, siapa salah?

Reporter : Hery H Winarno | Kamis, 4 Oktober 2012 06:35




Harimau pemangsa manusia tewas di pesawat Garuda, siapa salah?
harimau-monyet. REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Seekor harimau Sumatera (Panthera Trigis Sumaterae) tewas ketika diterbangkan dari Aceh menuju Jawa Timur. Belum diketahui penyebab tewasnya si belang itu, namun hasil autopsi banyak ditemukan luka pada harimau tersebut.

Harimau yang diberi nama Teungku Adam itu diterbangkan menggunakan pesawat GA 143 pada 2 Oktober 2012 pukul 11.25 WIB dengan paket Cargo Animal Live. Harimau tersebut rencananya akan dikirim ke Surabaya bersama seekor siamang dan dua ekor binturong (Arctictis binturong).

Saat pesawat transit di Medan, pihak Garuda memutuskan mengembalikan hewan-hewan tersebut ke Bandara SIM Aceh dengan pesawat GA 146 dan tiba sekitar pukul 16.33 WIB.

Namun setibanya di Aceh, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) lalu memeriksa hewan-hewan tersebut di ruang gudang bersama petugas dari Garuda Indonesia. Harimau Sumatera itu pun dipastikan sudah mati, sedangkan tiga satwa lainnya sehat.

Saat diperiksa pada bagian pipi kanan terdapat memar, hidung dan mulut mengeluarkan darah, lidah membiru dan kaki depan kanan cerai sendi. Belum diketahui penyebab pasti tewasnya harimau tersebut.

Harimau nahas tersebut ditangkap pada 26 November 2010 silam di Aceh Selatan. Penangkapan dilakukan karena hewan berumur sekitar 7-8 tahun tersebut diduga sempat memakan manusia. Harimau itu pun sempat dikarantina di BKSDA Aceh.

Lembaga Konservasi Jatim Park 2 lalu meminta harimau langka itu. BKSDA Aceh pun menyetujui dan dikirim ada tanggal 2 Oktober.

"Harimau yang kami beri nama Tuan Agam itu rencananya dibawa ke Jawa Timur Park II dengan menggunakan kargo pesawat komersial," kata Kepala Tata Usaha BKSDA Affan Absori di Banda Aceh. Demikian dikutip dari Antara Rabu, (3/10).

Pihak Garuda sendiri membenarkan tewasnya harimau Sumatera tersebut. Namun soal penyebab hingga kini masih gelap. Garuda Indonesia sendiri hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan terkait tewasnya Teungku Agam itu. "Tetapi Garuda memiliki dan menerapkan prosedur pengiriman satwa sesuai standar pengiriman pengangkutan udara," ujar Humas Garuda Indonesia Pujobroto.

Pihak BKSDA memastikan harimau malang tersebut sehat sebelum terbang. Hingga kini belum diketahui penyebab pasti tewas harimau yang pernah memangsa manusia itu.

"Yang jelas satwa langka itu dalam keadaan yang layak untuk dievakuasi," ujar Affan Absori.

Lalu siapa yang salah dalam tewas harimau tersebut?

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Satwa Indonesia

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Pemimpin tertinggi Iran sebut Israel 'anjing gila'
  • Poempida akui kelemahan open house JK berakibat remaja tewas
  • Berjubah mewah di Madinah, Syahrini malah dikira tenda pramuka
  • Sukses jaga stabilitas harga, ekonom minta pemerintah tak lengah
  • Leeteuk kembali, giliran Shindong siap wajib militer
  • Suasana Lebaran warga Riau terganggu akibat kebakaran hutan
  • Wanita di Pakistan dibunuh terkait kasus penghujatan di Facebook
  • Ternyata ini film impian Olga Syahputra
  • Welcome back, Leeteuk resmi akhiri wajib militer!
  • Cleverley siap eksploitasi kelemahan Vidic
  • SHOW MORE