Hari ini, SBY godok opsi kenaikan BBM satu harga

Reporter : Yulistyo Pratomo | Senin, 29 April 2013 11:08

Hari ini, SBY godok opsi kenaikan BBM satu harga
SBY-BBM. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memimpin sidang kabinet terbatas untuk membahas rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Kantor Presiden, Jakarta. Dalam pertemuan kali ini, pemerintah membahas kemungkinan dipakainya opsi satu harga atas kebijakan BBM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menjelaskan, pemerintah masih merasa berat untuk menjalankan opsi dua harga terhadap BBM. Sebab, masyarakat merasa keberatan atas kebijakan tersebut.

"Masalah dua harga ini yang masyarakat kayaknya kok keberatan mereka. Diperkirakan lebih sulit lah. Itu dari DPR juga suaranya seperti itu, dari masyarakat juga. Ada harapan untuk biar satu harga saja, lebih praktis dan rakyat siap kok," kata Jero di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (29/4).

Jero optimis, kenaikan harga BBM itu mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan penolakan dua harga itu, pemerintah kini fokus membahas kemungkinan digunakannya satu harga.

"Mereka mau naik, jadi mau naikin. Tidak usah dua harga naik saja," tandasnya.

Dia menambahkan, pembahasan berlangsung berbulan-bulan karena SBY selalu memaparkan untuk melindungi pengguna motor dan angkutan umum dari kenaikan harga BBM.

"Pak Presiden selalu, kalau beliau lebih vulgar langsung kan kadang-kadang kompensasi BLT itu harga mati. Kalau naikin harga, ini harus. Kalau endak kan kasihan yang di bawah, ini yang perlu kita matangkan. Kan udah dengan DPR gimana, kita pisah caranya," paparnya.

Sebelumnya, pemerintah mewacanakan akan menggunakan dua harga terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Awalnya, mobil berpelat hitam akan terkena dampak kenaikan BBM, sementara BBM untuk motor dan angkutan umum tidak mengalami kenaikan.

[has]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE