Hari ini, 15 tahun lalu jadi lembaran hitam sejarah Indonesia

Reporter : Muhammad Hasits | Minggu, 12 Mei 2013 06:24




Hari ini, 15 tahun lalu jadi lembaran hitam sejarah Indonesia
ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pada 12 Mei, 15 tahun lalu pernah menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia. Saat itu terjadi aksi demonstrasi besar-besaran dari mahasiswa menuntut Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden. Aksi demo itu rupanya berbuntut kerusuhan lebih masif setelah empat mahasiswa dari Universitas Trisakti di Jakarta tewas tertembak dan puluhan lainnya luka-luka.

Empat mahasiswa yang tewas tertembak adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam.

Tewasnya empat mahasiswa itulah langsung menyulut kerusuhan lebih luas. Masyarakat langsung ikut turun ke jalan menjarah berbagai tempat perbelanjaan. Indonesia yang saat itu diterjang krisis ekonomi bertambah lumpuh dengan adanya kerusuhan masif di Jakarta.

Toko-toko dijarah. Mal-mal juga dijarah kemudian dibakar. Tidak ada penjagaan dari aparat kepolisian. Semua seperti kota mati. Orang bisa leluasa seenaknya melakukan tindak kriminal dengan membakar, mencuri dan bahkan memperkosa di tengah jalan.

Situasi waktu itu begitu mencekam. Orang takut keluar rumah, terutama warga keturunan Tionghoa.

Safir, salah satu warga Ibu Kota masih mengingat jelas kerusuhan Mei 1998 itu dalam ingatannya. Ia menceritakan, saat itu warga seperti ada komando untuk melakukan penjarahan.

"Orang bebas mengambil barang apa saja yang ada di toko. Tidak ada penjagaan dari aparat baik itu polisi atau TNI. Massa semua beringas. Toko dibakar dan dijarah," kata Safir menceritakan kejadian kelam ini kepada merdeka.com, Minggu (12/5).

Untuk mensiasati agar tidak dijarah, banyak toko yang ditulis dengan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Meski sudah ditulis demikian, toh massa tetap beringas bak kesetanan menjarah semua isi toko dan lalu membakarnya.

"Barang-barang hasil jarahan kemudian dibawa pulang. Tidak ada yang menghalangi karena waktu itu benar-benar semua sistem lumpuh. Kerusuhan baru mereda setelah tidak ada lagi toko-toko yang dijarah. Semua habis dan dibakar," ujarnya.

Kerusuhan Mei 1998 baru reda pada 15 Mei di Jakarta. Namun, kerusuhan ini ternyata merembet ke wilayah lain di Jakarta seperti di Bandung dan Solo.

Karena hari ini bertepatan dengan kerusuhan Mei 98, merdeka.com mengulas secara khusus cerita tentang kerusuhannya. Tujuannya bukan untuk meratapi sejarah kelam itu, tapi untuk dijadikan pelajaran agar kejadian seperti itu tidak terulang. Karena yang rugi bukan bangsa lain, tapi bangsa kita sendiri.

[has]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

LATEST UPDATE
  • Olla Ramlan tak khawatir berat tubuhnya naik 9 Kg
  • Warga Ngemplak Temanggung gelar nyadran 1.000 ketupat
  • Segarnya semangka menyimpan 10 manfaat ini
  • Menlu Israel: Perang dengan Hamas harus dilanjutkan
  • Dalam enam jam, Gunung Slamet keluarkan 104 kali sinar api
  • Nikmati pesona hamparan bunga bluebonnet di pedesaan Texas
  • Berkat GPS, misteri batu berjalan di lembah kematian terungkap
  • Jokowi pilih syukuran kemenangan di Bali
  • BI waspadai dampak lanjutan jika harga BBM naik
  • Siapkan Rp 500 juta, DPRD Semarang tambah mobil dinas
  • SHOW MORE