Hari Buruh, Rieke kirim surat ke Presiden SBY

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Rabu, 1 Mei 2013 11:59




Hari Buruh, Rieke kirim surat ke Presiden SBY
Sidang putusan Pilkada Jabar. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Apa kabar Pak SBY? Akhirnya kita bisa bertemu di kota yang sama untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Di Kota Pahlawan, Surabaya, akhirnya kita ada pada hari yang sama. Tentu tidak tepat di titik yang sama. Bapak kabarnya akan hadir di sebuah perusahaan didampingi pejabat pemerintahan setempat dan tentu didampingi kabinet Bapak.

Di perusahaan yang sudah jadi rahasia umum terindikasi melakukan pelanggaran terhadap aturan ketenagakerjaan, seperti kasus outsourcing dan Union Busting (pemberangusan serikat pekerja). Sementara saya diundang oleh kawan-kawan buruh di Jawa Timur, tanpa protokoler tentunya. Saya akan bersama kurang lebih 50 ribu buruh Jawa Timur.

Saya mendapat kabar bahwa kado tahun ini dari Bapak adalah menetapkan Mayday sebagai hari libur nasional. Perpresnya belum ada ya Pak, dan baru akan dijalankan rencananya tahun depan.

Pak, Bupati Pasuruan lewat perdanya (Perda No 22 thn 2012) sudah menetapkan tahun ini tepatnya tanggal 1 Mei di Pasuruan sudah diliburkan. Sudah berlaku tahun ini. Bahkan, Soekarno lewat UU No 3 Tahun 1951 sudah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, sebagai bentuk penghargaan terhadap kaum buruh dan pekerja.

Jadi, kalau boleh usul pak, kalau mau memberi kado, rasanya revisi Permenakertrans 13 tahun 2012 tentang Komponen Hidup Layak, itu lebih manis buat buruh.

Bukan hanya sekedar ditambah dari 60 komponen menjadi 84 sampai 122 komponen. Namun, definisi upah patokannya tidak untuk buruh dan pekerja lajang. Harusnya definisi upah diperuntukan dengan standart pekerja yang sudah berkeluarga. Mayoritas buruh memang sudah berkeluarga. Buruh pasti berterima kasih kepada Bapak.

Selanjutnya, masih terkait tentang upah buruh pasti sangat berterima kasih kepada Bapak, seandainya Bapak sebagai Ketua Umum Partai yang menjadi mayoritas di parlemen mengintruksikan kepada fraksi terkait untuk ikut mengusung lahirnya UU tentang Sistem Pengupahan Nasional dan Perlindungan Upah.

Apalagi kalau di satu tahun terakhir pemerintahan Bapak lalu melakukan terobosan menerapkan regionalisasi sistem pengupahan yang berbasis pada sektor industri, skala modal, skala produksi dan jumlah tenaga kerja.

Kado istimewa lain yang pasti istimewa adalah, apabila Bapak mampu memberikan kepastian dijalankannya Jaminan Kesehatan bagi seluruh rakyat pada 1 Januari 2014.

Pak, tahukah Bapak, bahwa Pemerintahan yang Bapak pimpin membuat peta jalan jaminan kesehatan yang mereduksi UU SJSN dan BPJS. Mudah-mudahan sekedar salah tulis (Buku Peta Jalan Menuju Jaminan Kesehatan Nasional 2012 - 2019, hal 19) mengatakan Jaminan Kesehatan yg diatur UU SJSN berbasis pada mekanisme pasar.

Padahal salah satu prinsip dalam UU terkait adalah gotong royong. Bahwa pada tataran teknis tetap ada mekanisme iuran antara pekerja dan pemberi kerja, serta yang tidak mampu ditanggung oleh negara, tapi maksudnya bukan sistem pasar. Gotong royong adalah intisari Pancasila, ada semangat solidaritas sosial. Basisnya kolektivisme.

Sementara, sistem pasar basisnya indivisualisme. Siapa yang punya modal dia yang mendapatkan pelayanan. Kalau begitu, namanya melanggengkan liberalisasi sistem dan jaminan kesehatan.

Sebagai orang yang terlibat dalam pembuatan UU, saya harus katakan antara UU dan implementasi yang pemerintah Bapak jalankan jauh panggang dari asap.
Kado terakhir yang lebih istimewa bahkan tidak hanya untuk buruh, tapi buat seluruh dimensi rakyat apapun profesinya.

Tentu akan jadi surprise jika Bapak berani mengatakan: "Pada peringatan May Day tahun ini, saya menyatakan kenaikan harga BBM batal!"

Bapak pasti tahu biang kerok carut marutnya APBN bukan salah subsidi BBM, tapi karena "bancakan" dan inefisiensi anggaran negara. Lagi pula kalau alasannya subsidinya dialihkan ke pendidikan dan kesehatan, jaminan apa yang akan bapak berikan bahwa dengan kenaikan harga BBM lalu pendidikan dan kesehatan bagi rakyat bisa lebih baik. Salah-salah malah terjadi penyimpangan anggaran yg lebih besar.

Yang jelas, pasti harga kebutuhan pokok akan naik jika BBM naik. Pak, kenaikan upah buruh rata-rata seluruh Indonesia tahun 2013 hanya 30%. Tekor dong Pak kalau harga BBM naik 40%.

Rasanya, tidak berlebihan kalau ada yang menilai kenaikan harga BBM ini untuk kepentingan politis. Ada indikasi kuat berkaitan dengan proyek BLT jelang pileg dan pilpres 2014.

Seandainya mismanagement PLN bisa dikoreksi dan kerugian negara yang diakibatkannya uangnya Bapak talangi dikembalikan ke kas negara, nah itu sangat istimewa. Rasanya, kok tidak etis ya Pak, yang berbuat siapa kok rakyat yang kena getahnya.

Sebagai Presiden dua periode, saya yakin Bapak tidak akan mengakhiri kekuasaan dengan politik pencitraan. Saya yakin Bapak pasti punya jurus-jurus jitu apalagi Bapak yang berupaya keras 2015 kita masuk dalam 'ASEAN COMMUNITY'.

Meski dua tahun ke depan Bapak sudah tidak jadi Presiden, saya yakin sikap Bapak tersebut bukan untuk melahirkan deindustrialisasi. Saya yakin pasti Bapak tidak berniat menjadikan Indonesia sekedar pasar bagi barang-barang impor dan pusat buruh upah murah.

Meski kelak Bapak tidak lagi jadi Presiden, saya yakin Bapak tentu tidak akan rela kalau Indonesia, seperti yang dikatakan Bung Karno, jadi bangsa kuli, jadi kuli di antara bangsa lain.

Di Kota Pahlawan, di Peringatan Hari Buruh Internasional, kami berharap Bapak tak ragu lagi berikan perlindungan bagi hak-hak buruh dan pekerja yang secara simultan juga melindungi industri dan pengusaha dalam negeri.

Pastinya secara proposional lewat penegakkan hukum, reward bagi yang taat hukum dan sanksi bagi yang melanggar.

Demikian surat ini saya buat, tak lain dan tak bukan, pasti cita-cita kita sama untuk Indonesia yang lebih baik dan beradab, terutama bagi rakyatnya sendiri.

Terakhir ijinkan saya mengutip kata-kata bung karno, Presiden RI pertama, pada pembukaan sidang parlemen Februari 1950, "... soal perburuhan bukan sekedar soal kesejahteraan rakyat, namun, ini soal keselamatan negara.... "

Selamat Hari Buruh Internasional, Pak SBY. Saya dan kawan-kawan buruh menunggu kado sungguhan dari Bapak, yang sungguh-sungguh istimewa!

[did]

KUMPULAN BERITA
# May Day# Presiden SBY

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Semester I 2014, pendapatan Jasa Marga Rp 280 miliar
  • Apindo Jabar akan tagih janji kampanye Jokowi-JK
  • Jokowi menang, kader Golkar yang dipecat ini cukur gundul
  • Sama-sama ngotot, Dorce sarankan capres 'hompimpa' saja
  • Kapolda sebut sempat ada massa Prabowo di HI, tapi tidak banyak
  • Komentar berita di media online jadi acuan Ahok garap program
  • Inikah penerus smartphone paling laris Motorola?
  • 'NINJA TURTLES' ber-'Rock N Roll' di trailer terbaru mereka
  • Korban pelecehan seksual siap damai dengan Raja Surakarta
  • 'Berapa uang keluar kalau KPU turuti keinginan Prabowo?'
  • SHOW MORE